Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta mengatakan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon duta besar (dubes) RI untuk negara sahabat akan kembali dilanjutkan besok. Dia mengatakan sebanyak 12 calon dubes telah mengikuti proses tersebut hari ini.
"Hari ini ada 12. Enam sama enam," kata Sukamta di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Sukamta mengatakan proses fit and proper test akan dilanjutkan besok. Komisi I DPR dijadwalkan mengambil keputusan setelah seluruh rangkaian uji kelayakan dan kepatutan selesai.
"Besok tiga sesi, ya, setelah itu kita akan ambil keputusan. Tapi ya, keputusan Komisi I adalah melaporkan ke pimpinan DPR. Pimpinan DPR nanti yang akan bersurat ke Presiden," katanya.
Sukamta menilai para calon dubes yang mengikuti proses tersebut memiliki visi dan misi yang baik. Hal itu, kata dia, berlaku baik bagi calon dari kalangan karier maupun nonkarier.
"Bagus, bagus. Semua bagus-bagus. Yang karier, yang nonkarier semua bagus," ujarnya.
Dia berharap para calon dubes yang nantinya terpilih bisa menjalankan tugas dengan baik. Selain itu, juga diharapkan bisa merepresentasikan Indonesia di negara penempatan masing-masing.
"Ya, mudah-mudahan persiapannya bagus. Nanti mereka bisa, mudah-mudahan bisa diterima dan bisa merepresentasikannya Indonesia dengan sebaik-baiknya," ungkap dia.
Sebelumnya, Komisi I DPR RI menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap 25 calon duta besar (dubes) Indonesia untuk negara sahabat. Uji kelayakan digelar selama dua hari, yakni 22-23 September 2026.
"25 (calon). Udah mulai, dua hari, sampai besok," kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Anton mengatakan para calon dubes tersebut telah melalui proses seleksi di Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Menurutnya, proses tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menilai para calon yang mengikuti uji kelayakan di DPR.
"Pasti lolos. Iya, kan rekomendasi sifatnya. Kecuali memang ada yang cacat, ada yang laporan dari masyarakat, yang kita pikir itu bahaya untuk ditaruh di tempat sana, mungkin ada. Biasanya sih nggak ada yang begitu, karena kan screening-nya Deplu kan ketat sekali ya," kata dia.
"Di Deplu udah screening banget. Meskipun dia dari karier atau nonkarier, dia check and recheck gimana latar belakangnya segala macam. Kalau memang layak, dia baru dikirim ke sini," imbuhnya.
Lihat juga Video 24 Calon Dubes Penuhi Syarat, DPR Segera Lapor Presiden
(dwr/gbr)