Menag Kaget Rektor UINSA Ditolak Mahasiswa, Bakal Dalami Prosedurnya

Menag Kaget Rektor UINSA Ditolak Mahasiswa, Bakal Dalami Prosedurnya

Adrial akbar - detikNews
Selasa, 22 Sep 2026 18:08 WIB
Menag Rapat dengan Komisi VIII DPR RI
Foto Menag Rapat dengan Komisi VIII DPR RI: (Adrial/detikcom)
Jakarta -

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menolak Prof Akhmad Muzakki, yang kembali menjabat rektor, hingga melakukan penyegelan akses kampus. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengaku kaget atas polemik itu.

Hal itu dikatakan Nasaruddin dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VIII, Selasa (22/9/2026). Nasaruddin awalnya menjelaskan telah berkonsultasi dengan Kemenristekdikti karena selama ini pemilihan rektor yang dilakukan Kemenag selalu mulus.

"Mencoba untuk mempelajari apa yang dilakukan Kementerian Agama karena setiap pemilihan rektornya itu selalu mulus ya. Tidak pernah terjadi gejolak seperti halnya yang terjadi di beberapa perguruan tinggi lain," kata Nasaruddin dalam rapat tersebut di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, Nasaruddin mengaku kaget atas apa yang terjadi di UINSA. Sebab, metode pemilihan rektor yang dilakukan Kemenag menggunakan cara yang sama.

ADVERTISEMENT

"Nah, khusus untuk Surabaya, ini terus terang saya juga kaget ya, karena mesin yang sama, peraturan perundang-undangan yang sama kita lakukan, tapi reaksi yang dimunculkan berbeda," sebutnya.

Nasaruddin menyebut akan mendalami lebih lanjut apakah ada pelanggaran prosedur dalam pemilihan Rektor UINSA. Dirinya juga menjelaskan proses yang telah dilakukan Kemenag dalam pemilihan rektor.

"Nah, tentu memang ada hal-hal yang perlu saya secara pribadi harus cermati apa sesungguhnya terjadi di Surabaya ini. Nah, tentu saya harus mulai melihat dari segi peraturan, ada nggak penyimpangan dari peraturan yang kita lakukan," sebutnya.

Atas kejadian ini, Nasaruddin menyebut sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengatasinya. Menag mengatakan dalam waktu dekat akan melakukan sesuatu atas polemik yang terjadi.

"Di samping itu juga kami, kami juga sudah menyiapkan langkah-langkah apa yang kami harus lakukan dalam rangka mengatasi persoalan ini," ujarnya.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kami bisa melakukan sesuatu yang seperti apa yang kita harapkan bersama," tambahnya.

Diketahui, Mahasiswa UINSA Surabaya melaksanakan aksi unjuk rasa menuntut rektor mundur dan memutuskan untuk menginap di kampus. Sebagian dari mahasiswa itu telah mendirikan tenda di depan gedung rektorat.

"Teman-teman ada yang beristirahat di sini, seperti tadi malam sudah ada yang beristirahat di sini di Posko Mahasiswa UINSA di depan Gedung Rektorat," ujar Korlap Koko dikutip dari detikJatim, Senin (21/9).

Selain aksi penyegelan dan menduduki kampus pada Senin pagi, mahasiswa UINSA yang berunjuk rasa sempat masuk ke dalam gedung rektorat dan memasang sejumlah spanduk pada Senin siang sekitar pukul 13.25 WIB.

"Yang kami mau Prof Muzakki segera turun, sadar. Sadar bahwa banyak keburukan, banyak hal-hal buruk terjadi semenjak awal periode sekalipun. Turun!" serunya.

Mahasiswa UINSA Surabaya sendiri menggelar demo sejak beberapa hari terakhir akan membawa tuntutan 1+7 yang telah mereka susun itu ke DPR RI dengan harapan Rektor Akhmad Muzakki bisa segera turun dari jabatan.

Wakil Ketua Presiden Mahasiswa UINSA, Fadlurrrakhman Fazle Purwardana atau Ale mengatakan pihaknya telah bersurat ke Komisi VIII DPR RI untuk memohon audiensi dengan Kemenag terkait pencopotan Muzakki dan perombakan sistem pemilihan rektor.

Lihat juga Video: Niat Ikut Tren Difoto Rektor, Wisudawati UINSA Jatuh Terjungkal dari Panggung

(ial/zap)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini