Pedagang di Pasar Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengeluhkan tumpukan sampah yang menimbulkan bau tak sedap. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang mengatakan sampah di pasar rutin diangkut, namun volumenya melebihi kapasitas angkutan sampah.
"Sampah di Pasar Labuan insyaallah diangkut setiap hari, namun volumenya memamg melebihi kapasitas angkut," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pandeglang, Rahmat Zultika, kepada wartawan, Selasa (22/9/2026).
Rahmat menduga tumpukan sampah di Pasar Labuan juga berasal dari warga yang tinggal di sekitar pasar. Menurutnya, hanya 30 kepala keluarga (KK) dari sembilan RT sekitar pasar yang terdaftar sebagai wajib retribusi (WR) atau membayar iuran sampah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kampung Cigondang itu ada sembilan RT, tapi yang jadi wajib retribusi hanya 30-an KK saja. Bisa jadi sampah yang masuk ke Pasar Labuan selain berasal dari Pasar Labuan, juga berasal dari non WR," ujarnya.
Rahmat mengatakan pihaknya akan melakukan pemetaan kepada warga yang belum menjadi wajib retribusi (WR) sampah. Pihaknya juga berjanji akan meningkatkan fasilitas penampungan sampah.
"Selanjutnya kami akan bersama-sama dengan Camat dan lurah setempat untuk melakukan pemetaan WR dan yang belum menjadi WR di wilayah prioritas, melakukan edukasi tentang pengelolaan sampah dan urgensi menjadi wajib retribusi. Kami juga berupaya memelihara dan menambah sarana prasarana angkut sampah sesuai kemampuan fiskal yang ada," ujarnya.
Sebelumnya, pedagang di Pasar Labuan, Pandeglang, Banten, mengeluhkan tumpukan sampah di sekitar pasar. Pedagang menyebutkan bau dari tumpukan sampah itu membuat pembeli ogah datang.
"Tiga bulan numpuknya sampah di sini," kata seorang pedagang, Mahmud, di Pandeglang, Senin (21/9).
Mahmud mengaku terganggu oleh bau dari sampah itu. Dia khawatir tumpukan sampah menimbulkan penyakit.
"Baunya sangat menyengat sekali, kadang ada belatungnya, pernapasan juga terganggu. Yang dikhawatirkan dapat menimbulkan penyakit," katanya.
Simak juga Video: Warga Minta Sampah Numpuk di Ciputat Diangkut, Bukan Cuma Ditutup Terpal










































