Jembatan Krueng Tingkeum Beroperasi, Jalur Aceh-Sumut Kembali Normal

Jembatan Krueng Tingkeum Beroperasi, Jalur Aceh-Sumut Kembali Normal

Annisa Sekar Melati - detikNews
Senin, 21 Sep 2026 13:46 WIB
Jembatan Krueng Tingkeum Beroperasi, Jalur Aceh-Sumut Kembali Normal
Foto: Satgas PRR
Jakarta -

Jembatan permanen Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, kembali beroperasi penuh untuk lalu lintas umum sejak Minggu (20/9). Pembukaan akses ini secara resmi memulihkan konektivitas jalan nasional Banda Aceh-Medan sekaligus memperlancar jalur distribusi logistik.

Kendaraan kini dapat melintasi dua lajur jembatan baru secara leluasa tanpa bergantung pada sistem buka-tutup. Skema pengaturan lalu lintas bergantian sebelumnya sempat diterapkan secara ketat saat masa penggunaan jembatan Bailey.

Kelancaran akses transportasi ini diharapkan mampu mempercepat distribusi berbagai kebutuhan pokok masyarakat. Pengiriman hasil pertanian serta ragam komoditas ekonomi dari dan menuju kawasan Bireuen diyakini akan kembali bergairah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bupati Bireuen Mukhlis menyebut beroperasinya fasilitas ini menjadi pilar penting bagi pemulihan infrastruktur wilayahnya. Terlebih, kawasan tersebut sempat dilanda bencana hidrometeorologi dahsyat pada November 2025 silam.

"Dengan dibukanya Jembatan Krueng Tingkeum ini, kita berharap dapat membangkitkan kembali perekonomian masyarakat Kabupaten Bireuen dan Aceh yang sangat terdampak akibat bencana," ujar Mukhlis pada keterangan tertulisnya, Senin (21/9).

ADVERTISEMENT

Fasilitas penyeberangan Krueng Tingkeum sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir pada 26 November 2025. Kondisi darurat tersebut sempat melumpuhkan arus kendaraan pada salah satu koridor utama di lintas timur Aceh.

Pemerintah lantas memasang jembatan darurat Bailey pada 27 Desember 2025 demi menjaga urat nadi konektivitas warga. Akses sementara ini memang berhasil menjaga laju kendaraan, meski sering memicu antrean panjang saat volume lalu lintas memadat.

Jembatan permanen yang kini telah berdiri megah tersebut memiliki panjang bentang mencapai 149,7 meter. Struktur utama jembatan ini dibangun tangguh menggunakan kerangka baja girder berkualitas tinggi.

Proses pembangunannya dieksekusi langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh. Pengerjaan ini masuk ke dalam agenda penanganan permanen infrastruktur strategis pascabencana wilayah Sumatera.

"Untuk memulihkan kembali jalur logistik, kita bangun Jembatan Krueng Tingkeum Kutablang ini. Secara teknis, desain dan konstruksinya sudah dijaga rekan-rekan BPJN Aceh terkait mutu dan sudah diuji beban," kata Gatot.

Pasca pengalihan lalu lintas ke jembatan baru, pemerintah dijadwalkan bakal melanjutkan perbaikan struktur jembatan lama. Penanganan lanjutan ini dinilai krusial untuk memperkuat kapasitas dan keandalan jalur nasional lintas provinsi dalam jangka panjang.

Pemerintah Aceh memberikan apresiasi tinggi kepada Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Kementerian PU, TNI, serta Polri. Kolaborasi solid lintas instansi ini terbukti sukses memastikan konektivitas tetap terjaga hingga jembatan permanen rampung.

Mukhlis secara khusus memuji dukungan nyata pemerintah pusat dalam mengakselerasi pemulihan infrastruktur Bireuen. Intervensi pusat dinilai sangat membantu menambal keterbatasan kemampuan anggaran pemerintah kabupaten dalam menangani dampak pascabencana.

Beroperasinya Jembatan Krueng Tingkeum sekaligus menjadi simbol peralihan dari fase penanganan sementara menuju pemulihan permanen daerah. Akses vital ini diyakini bakal memperkuat arus perdagangan dan memacu kebangkitan ekonomi di wilayah terdampak.

Simak juga Video 'Paripurna Setuju RUU Pemerintahan Aceh Jadi Usul Inisiatif DPR':

(ega/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini