Peristiwa mengenaskan itu bermula, truk tronton yang melaju dari arah Jakarta (barat) menuju Semarang (timur) di jalan lingkar Desa Kutosari, Gringsing, Batang, Jumat (14/12/2007). Diduga karena rem blong, sopir panik.
Dengan laju truk yang tetap tinggi karena jalan menurun, sopir yang diketahui bernama Matbasari itu membanting setir ke kanan. Bukan aman yang didapat, melainkan musibah. Truk hilang keseimbangan dan terguling menabrak madrasah.
Matbasari tewas seketika di lokasi kejadian. Pun halnya dengan kernet yang identitasnya belum diketahui dan anggota TNI AL Surabaya yang mengawal truk, Sersan Mayor Darno.
Seluruh bagian truk rusak parah. Tak ada laporan korban dari pihak madrasah, namun sebagian tembok sekolah setingkat SD itu rusak.
Proses evakuasi berjalan agak lama, karena warga dan aparat Polsek Gringsing kesulitan mengeluarkan tiga korban yang terjepit di dalam truk bernopol L 9182 J itu. Sekitar pukul 07.30 WIB, proses evakuasi baru selesai dan korban dibawa ke Rs terdekat.
"Ya, benar. Korbannya tiga orang. Kami masih menyelidiki penyebab peristiwa itu," kata petugas piket Polsek Gringsing melalui telepon.
Kepolisian memastikan peristiwa itu merupakan kecelakaan tunggal. Jalan menurun dan rem blong diduga membuat sopir tak mampu mengendalikan kemudi, sehingga menabrak madrasah.
(try/djo)











































