Hal tersebut disampaikan Sekjen UN World Tourism Organization (UNWTO) Francessco Frangialli dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (14/12/2007).
"Tujuan wisata seluruh dunia di bawah tekanan. Dari resor ski sampai pantai. Dari wisata kota sampai wisata pulau," ujar Frangialli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di satu sisi, Frangialli juga menyadari, pariwisata juga menyumbang emisi terhadap pemanasan global. Hasil penelitian ilmiah menunjukkan, sektor pariwisata menyumbang 5 persen emisi gas CO2 dari seluruh kegiatan dunia.
Tapi sektor pariwisata, lanjut dia, tak akan lari dari tanggung jawab untuk menangani pemanasan global. Sektor ini juga akan melakukan adaptasi dan mitigasi.
"Kita bagian dari masalah dan menjadi bagian dari solusi," ujarnya.
Organisasi di bawah Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) ini akan mengikuti peta jalan yang digagas UNCCC di Bali dalam menangani perubahan iklim. Para negara anggota UNWTO juga sudah menyetujui Deklarasi Davos pada September 2007 lalu, sebagai kerangka kerja jangka panjang strategi sektoral penetralan emisi CO2.
Bahkan, Sidang Umum UNWTO akhir November 2007 di Kolombia menetapkan tema Hari Pariwisata Dunia 2008 yang akan diadakan di Peru, "Pariwisata merespons tantangan perubahan iklim".
"Kita harus mulai dari sekarang," ujarnya. (nwk/sss)











































