Basarnas memastikan tidak ada kebocoran pada mesin dan badan kapal motor (KM) Virgo Transport 8, yang tenggelam di Laut Jawa. Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko mengatakan kondisi itu diketahui setelah petugas meninjau posisi terakhir bangkai kapal menggunakan helikopter HR-3601.
"Alhamdulillah, kita bisa melihat, masih bisa terlihat dengan jelas badan kapal yang tenggelam. Kemudian kemiringan juga, dan kita juga bersyukur tidak ada bocoran, sehingga di sekitar kapal itu tidak ada polusi, terutama minyak, oli, dan segala macam," kata Yudhi dalam konferensi pers dilansir Antara, Kamis (17/9/2026).
Ia menjelaskan bangkai kapal bergeser sekitar 453 meter ke arah tenggara dari posisi awal dan kedalaman tenggelam mencapai 29 meter. Sehingga bagian lunas kapal yang sebelumnya masih terlihat kini tidak lagi tampak dari permukaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski semakin tenggelam, badan kapal masih terlihat jelas dari udara karena kondisi perairan di sekitar lokasi masih jernih," katanya.
Setelah 114 korban dievakuasi, Basarnas menyiapkan langkah pengangkatan bangkai kapal melalui operasi salvage. "Perlengkapan milik pihak pemilik kapal mulai digeser untuk mendukung operasi salvage (membalikkan badan kapal). Perkembangan teknis berikutnya akan disampaikan setelah peralatan pendukung tiba dan persiapan operasi dapat dilaksanakan," ujar Yudhi.
Hingga hari kelima operasi SAR, Kamis (17/9) pukul 22.00 Wita, Basarnas mengonfirmasi 114 korban ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Sementara itu, masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8.
Lihat juga Video 'Basarnas Sebut Posisi Kapal Virgo Bergeser dan Semakin Tenggelam':
(isa/imk)









































