Polres Kepulauan Seribu Edukasi Pelajar Lewat Program 'Bapak Asuh'

Polres Kepulauan Seribu Edukasi Pelajar Lewat Program 'Bapak Asuh'

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 17 Sep 2026 17:46 WIB
Polres Kepulauan Seribu edukasi pelajar lewat program Bapak Asuh Polri, Kamis (17/9/2026).
Polres Kepulauan Seribu edukasi pelajar lewat program 'Bapak Asuh Polri'. (dok. Istimewa)
Jakarta -

Polres Kepulauan Seribu menyambangi sejumlah sekolah melalui program 'Bapak Asuh'. Langkah ini dilakukan untuk mengedukasi serta membentengi para pelajar dari ancaman berita bohong (hoaks) hingga aksi perundungan dan kenakalan remaja lainnya.

Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Argadija Putra mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi antara polisi dan pihak sekolah, melainkan sebuah upaya nyata menghadirkan Polri di lingkungan sekolah. Melalui program 'Bapak Asuh', personel kepolisian hadir memberikan edukasi serta pesan kamtibmas kepada para pelajar.

Para pelajar diajak untuk lebih kritis dalam menerima informasi yang beredar di media sosial. Mereka diingatkan agar tidak langsung mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arga mengatakan program 'Bapak Asuh Polri' merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap perkembangan generasi muda. Menurutnya, pendekatan kepada pelajar perlu dilakukan secara langsung agar pesan-pesan positif dapat diterima dengan baik.

"Program Bapak Asuh Polri ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap anak-anak di Kepulauan Seribu. Kami ingin polisi tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga hadir untuk memberikan edukasi, motivasi dan pendampingan kepada para pelajar," kata AKBP Argadija Putra, Kamis (17/9/2026).

ADVERTISEMENT

Arga mengingatkan pelajar agar tidak mudah terpengaruh informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, penyebaran hoaks dapat menimbulkan kesalahpahaman dan keresahan apabila informasi tersebut langsung dipercaya dan diteruskan kepada orang lain.

Polres Kepulauan Seribu edukasi pelajar lewat program 'Bapak Asuh Polri', Kamis (17/9/2026).Polres Kepulauan Seribu edukasi pelajar lewat program 'Bapak Asuh Polri', Kamis (17/9/2026). (Foto: dok. Istimewa)

"Jangan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas sumbernya. Saring sebelum sharing, cek terlebih dahulu kebenaran informasi sebelum menyebarkannya," imbuhnya.

Selain hoaks, persoalan bullying turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Para pelajar diminta tidak melakukan perundungan, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

"Jangan menjadikan perbedaan, kekurangan atau kondisi teman sebagai bahan ejekan. Bullying bisa berdampak kepada korban. Mari saling menghargai, saling menjaga dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta nyaman," tutur Kapolres.

Lebih jauh, Kapolres mengajak para pelajar yang mengalami atau mengetahui adanya bullying untuk tidak takut bercerita kepada guru, orang tua maupun pihak kepolisian. Menurutnya, keberanian untuk melaporkan merupakan salah satu langkah penting dalam mencegah bullying terus terjadi.

Dalam kesempatan itu, personel Polres Kepulauan Seribu turut mengenalkan Layanan Polisi 110 kepada para pelajar. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan laporan maupun meminta bantuan kepolisian.

"Kalau membutuhkan bantuan polisi atau mengetahui adanya gangguan kamtibmas, jangan ragu untuk menghubungi Layanan Polisi 110. Kami ingin anak-anak juga mengetahui bahwa polisi selalu hadir dan siap membantu," pungkasnya.

Lihat juga Video: Illustrator Buku Anak: Meracik Fantasi, Budaya, dan Edukasi

(mea/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini