Polrestro Bekasi Kota Kumpulkan 127 Kepsek Perkuat Program Jaga Pelajar

Polrestro Bekasi Kota Kumpulkan 127 Kepsek Perkuat Program Jaga Pelajar

Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 15 Sep 2026 12:56 WIB
Polres Metro Bekasi Kota mengumpulkan 127 kepala sekolah SMK mencegah kenakalan remaja dan tawuran, Selasa (15/9/2026). Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis mengatakan forum tersebut digelar dalam rangka memperkuat program Jaga Pelajar.
Polres Metro Bekasi Kota mengumpulkan 127 kepala SMK mencegah kenakalan remaja dan tawuran. (dok. Istimewa)
Kota Bekasi -

Polres Metro Bekasi Kota menggelar pertemuan dengan kepala sekolah dari 127 sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta dan negeri. Salah satu yang dibahas adalah mengatasi kenakalan remaja hingga tawuran.

Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolrestro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis Aryana di aula SMA Negeri 1 Kota Bekasi, Selasa (15/9/2026). Forum tersebut menjadi langkah bersama untuk memperkuat pelaksanaan program Jaga Pelajar di lingkungan pendidikan Kota Bekasi.

Dalam sambutannya, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis Aryana menyoroti derasnya arus informasi digital yang dapat memengaruhi cara pelajar memahami suatu peristiwa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hoaks, misinformasi, dan disinformasi dapat membentuk persepsi yang keliru, menggerakkan emosi, serta mendorong keputusan tanpa pemahaman yang utuh. Jika dibiarkan berkembang, informasi semacam itu dapat menjadi pemicu peristiwa yang berujung pada tragedi," kata Putu Kholis.

Ia menegaskan pelajar tidak boleh dimanfaatkan atau digerakkan secara sengaja untuk terlibat dalam aksi massa tanpa memahami tujuan dan risikonya.

ADVERTISEMENT

"Anak-anak tidak boleh dimobilisasi, dieksploitasi, apalagi dijadikan martir dalam suatu peristiwa. Keselamatan dan hak belajar mereka harus ditempatkan di atas kepentingan apa pun," tegasnya.

Putu Kholis menambahkan, program Jaga Pelajar mengutamakan pencegahan melalui pendampingan dan komunikasi yang berkelanjutan. Ia berharap guru dan orang tua berperan aktif dalam mendampingi para pelajar.

Polres Metro Bekasi Kota mengumpulkan 127 kepala sekolah SMK mencegah kenakalan remaja dan tawuran, Selasa (15/9/2026). Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis mengatakan forum tersebut digelar dalam rangka memperkuat program 'Jaga Pelajar'.Polres Metro Bekasi Kota mengumpulkan 127 kepala SMK mencegah kenakalan remaja dan tawuran, Selasa (15/9/2026). Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis mengatakan forum tersebut digelar dalam rangka memperkuat program 'Jaga Pelajar'. (Foto: dok. Istimewa)

"Menjaga anak berarti menjaga masa depan bangsa. Kita ingin para pelajar tumbuh dengan rasa aman, mampu menyaring informasi secara kritis, memiliki ruang untuk berkarya, dan mempunyai arah yang jelas dalam meraih cita-cita," imbuhnya.

Dalam pelaksanaannya, personel Polres Metro Bekasi Kota dan polsek jajaran akan menjalankan peran sebagai Bapak Asuh pada setiap kelas SMK. Kehadiran mereka diharapkan mempererat keterhubungan antara pelajar, sekolah, keluarga, dan kepolisian sehingga persoalan yang dihadapi siswa dapat dikenali lebih awal.

Personel yang ditunjuk sebagai bapak asuh akan berinteraksi secara berkala dengan kelas yang menjadi pendampingannya serta berkoordinasi dengan wali kelas dan guru bimbingan konseling. Interaksi tersebut membuka ruang bagi siswa untuk menyampaikan aspirasi, pengalaman, maupun hal-hal yang memerlukan perhatian sehingga tindak lanjut dapat dilakukan secara tepat.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Rina Parlina mengatakan pendidikan generasi muda memerlukan kesinambungan dan keselarasan langkah.

"Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar mutu akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan perlindungan terhadap anak. Sekolah, keluarga, dan kepolisian perlu bergerak beriringan agar proses pendidikan berlangsung secara utuh dan pelajar tidak terseret ke dalam perilaku yang mengarah pada pelanggaran hukum," ujar Rina.

Ketua FKKS SMK Kota Bekasi Wawan Kuswandi, memandang perlindungan terhadap siswa sebagai bagian penting dalam memelihara stabilitas Kota Bekasi.

"Keamanan anak-anak merupakan tanggung jawab bersama. Ketika mereka berada di luar rumah dan sekolah, diperlukan kepedulian masyarakat serta keterlibatan kepolisian. Kehadiran bapak asuh memberi sekolah mitra yang dapat segera diajak bertindak ketika siswa membutuhkan bantuan," tuturnya.

Tonton juga video "Warga Langkap Desak Bupati Pecat Guru-Kepsek yang Terseret Kasus Asusila"

(mea/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini