Dephub: Penyanderaan KA Potret Kelakuan Masyarakat yang Buruk

Dephub: Penyanderaan KA Potret Kelakuan Masyarakat yang Buruk

- detikNews
Kamis, 13 Des 2007 05:12 WIB
Jakarta - KRD Rangkasbitung-Kota disandera oleh calon penumpang KA. Fenomena ini merupakan salah satu potret kelakuan pengguna transportasi KA yang masih buruk.

"Itu kelakuan masyarakat. Masyarakat yang kurang toleran. Kenapa main sandera, kan bisa dibicarakan baik-baik. Kalau susah ya susah bersama," kata Dirjen Perkeretaapian Dephub Wendy Aritenang Yazid kepada detikcom, Rabu (12/12/2007).

Wendy menilai, perilaku masyarakat tersebut tidak memikirkan kesusahan penumpang yang berada di dalam KA. "Anak sekolah, orang kerja, atau buruh angkut kan bisa terlambat," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kelakuan buruk masyarakat yang lain, pernah dia jumpai ketika naik KRL Bogor-Jakarta. "Waktu itu gerbong masih banyak yang kosong, tapi banyak juga yang naik ke atap kereta," kata Wendy.

Untuk itu, baik Dephub dan PT KA akan terus mengedukasi masyarakat agar menjadi lebih baik dalam menggunakan transportasi KA. Salah satunya dengan sterilisasi stasiun dan menambah petugas keamanan bekerja sama dengan swasta.

"Itu efektif mengurangi penumpang yang tidak bertiket. Tapi kalau penumpang yang bandel naik di atap belum mampu," kata dia.

Bahkan tak jarang, lanjutnya, penumpang yang ditegur petugas keamanan karena tidak membawa tiket atau naik ke atap KA, berani melawan secara fisik. "Padahal petugas keamanan kan sedikit," tuturnya.

Wendy juga mengaku bisa memahami alasan PT KA yang menginapkan KA di stasiun Rangkasbitung. "Dalam perjalanan Rangkas-Parung Panjang banyak vandalisme. Lampu-lampu dalam kereta dicopoti, gerbong dicoret-coret," tandasnya. (nwk/ken)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini