Kerusuhan bermula dari razia narkoba yang digelar petugas dari Polda Sumbar dan BNN, Rabu (13/12/2007) pukul 08.00 WIB di LP yang terletak di Jl Samudra, Padang, Sumbar itu.
Seorang napi bernama Mantong (43) diamankan petugas karena kedapatan menyimpan ganja sebanyak 1 kg dalam selnya di blok A/28. Mengetahui penangkapan itu, para napi yang tinggal di blok itu langsung bereaksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kaca jendela kantor itu pun pecah berantakan akibat lemparan batu. Mengantisipasi meluasnya aksi anarkis, 100 personel Brimob Poltabes Padang diterjunkan ke lokasi.
Tapi datangnya Brimob tambahan itu justru makin menambah panas keadaan. Para napi makin beringas dan menyerang aparat bersenjata dengan lemparan batu dan balok-balok kayu.
Menurut keterangan seorang sipir LP Muaro yang tidak mau disebutkan namanya, ketika itulah Arman (23) terkena timah panas. Polisi melepaskan tembakan dan mengenai bahu kanan terpidana kasus narkoba itu.
Kerusuhan mereda pasca penembakan dan kondisi LP Muaro mulai terkendali. Seratusan lagi personel Brimob dari Polda Sumbar didatangkan untuk membantu mengamankan lokasi yang untuk sementara dinyatakan tertutup bagi pengunjung.
(lh/sss)











































