JK dan mantan Presiden Republik Mimpi Megakarti memberikan dukungan bagi Bersihar Lubis yang disidang di Pengadilan Negeri Depok, Jalan Boulevard Kota Kembang, Depok, Jawa Barat, Rabu (12/12/2007).
Nah... sebelum masuk ruang persidangan. JK memberikan wanti-wanti kepada Megakarti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa tidak boleh bicara," protes Megakarti.
"Nanti kamu dikira kampanye," ujar JK disambut tawa penonton syuting acara Republik Mimpi.
Megakarti yang mengenakan stelan blezer warna merah dan blus putih ini tampak mengangguk-anggukkan kepalanya. Keduanya pun masuk ke ruang persidangan. Itulah sepenggal cuplikan dialog syuting Republik Mimpi.
JK mengatakan kebebasan pers sedang ditekan. "Padahal jurnalis kan bebas menulis dan bertanggung jawab terhadap Dewan Pers. Ini seperti zaman dulu, seperti Orba saja," cetus JK.
JK berharap kejaksaan melihat ini secara jernih. "Kalau tersinggung dengan tulisan, balas lagi dengan tulisan. Kita lihat saja pengadilan ini akan memutuskan seperti apa. Ini ancaman terhadap demokrasi, kebebasan pers, dan kebebasan bicara," ujar JK.
Sidang yang dijadwalkan pukul 10.00 WIB hingga pukul 11.45 WIB belum dimulai. (aan/sss)











































