100 Anak Solo Jadi Korban Perdagangan Manusia

100 Anak Solo Jadi Korban Perdagangan Manusia

- detikNews
Rabu, 12 Des 2007 10:38 WIB
Solo - Sejak Januari hingga akhir November 2007, lebih dari 100 anak di Solo dan sekitarnya menjadi korban perdagangan manusia atau trafficking. 85 anak lainnya, rentan menjadi korban trafficking.

Data yang cukup mencegangkan tersebut terungkap dari banyaknya kasus yang dilaporkan dan ditangani oleh LSM Social Analysis dan Research Institute (SARI) dan yayasan KAKAK di Solo.

Ketua Pelaksana harian SARI, Zaenal Abidin saat ditemui di sela-sela peringatan Hari Anti Perdagangan Anak di Balaikota Solo, Rabu (12/12/2007) menuturkan, angka tersebut tidak merepresentasikan jumlah kasus yang sebenarnya. Sebab  trafficking merupakan sebuah fenomena gunung es. Masih banyak kasus yang belum terungkap karena ancaman pelaku, ketakutan menghadapi pemeriksaan oleh aparat hukum, serta minimnya informasi hukum yang diterima korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus trafficking di Solo dan sekitarnya menurut Zaenal kebanyakan ditujukan untuk seks komersial. Sementara dalam beberapa kasus, anak juga dipaksa menjadi pekerja migran di luar negri.

"Anak yang diambil dari Solo dan sekitarnya sebagian besar disalurkan ke Batam dan Surabaya. Modus yang paling sering dipakai adalah penipuan penyaluran tenaga kerja ke kota atau ke luar negeri. Kalau diambil di jalanan atau diculik, kita belum pernah temui. Yang sering terjadi justru di mal-mal, kafe-kafe atau langsung mendatangi rumah korban," katanya.

Zaenal menambahkan, daerah yang sering menjadi sasaran pelaku trafficking adalah kawasan yang memiliki kelemahan akses informasi. Misalnya kawasan Sangkrah, Banjarsari, dan Laweyan.

"Meski tak begitu jauh dari pusat kota, tapi masyarakat di kawasan itu tak punya  akses informasi yang kuat. Akibatnya pelaku dengan gampang bisa menipu korbannya. Penguatan akses informasi inilah yang harus jadi perhatian utama untuk menekan kasus trafficking," tandasnya. (djo/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads