Bos Sound Horeg Minta Maaf Sebut MUI Jatim Goblok: Saya Khilaf

Bos Sound Horeg Minta Maaf Sebut MUI Jatim Goblok: Saya Khilaf

Agil Trisetiawan Putra - detikNews
Kamis, 10 Sep 2026 14:30 WIB
Pengusaha sound horeg, Setyo Budi Mularso, menghina fatwa MUI Jatim dengan kata goblok saat live di TV nasional.
Pengusaha sound horeg, Setyo Budi Mularso, menghina fatwa MUI Jatim dengan kata goblok saat live di TV nasional. (Dok. Istimewa)
Karanganyar -

Viral video pengusaha sound horeg asal Karanganyar mengeluarkan kata-kata umpatan goblok ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur saat live di salah satu stasiun TV. Bos sound horeg Aeromax bernama Setyo Budi Mularso mengaku khilaf.

"Saya sendiri sudah sampaikan saya khilaf dari pernyataan saya itu. Saya juga sudah menyampaikan dari hati yang benar-benar tulus, bahwasanya saya khilaf. Dan saya tobat," kata Budi saat dihubungi, dilansir detikJatim, Kamis (10/9/2026).

Seusai kejadian itu, Budi mengaku sudah bertemu dengan MUI Karanganyar untuk meminta maaf. Budi juga mengaku sudah dinasihati oleh anak dan istrinya terkait pernyataannya yang sempat heboh itu. Dan bisnis di sound horeg kurang efektif untuknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di sound ini tidak begitu efektif, dan signifikan untuk menambah pundi-pundi rezeki saya. Saya lebih ke hobi dan senang kumpul dengan saudara-saudara," katanya.

Dihubungi terpisah, Ketua MUI Karanganyar, KH Badaruddin, mengatakan sudah memaafkan pernyataan Budi terkait MUI Jatim tersebut. Ia menyebutkan Budi telah mengakui kesalahannya.

ADVERTISEMENT

"Saya sebagai orang Islam memaafkan. Dengan meminta maaf kepada MUI Jatim, MUI Jateng, dan (MUI) Indonesia termasuk (MUI) Karanganyar, sudah saya maafkan. Jangan sampai itu terulang kembali," kata Badaruddin, saat dihubungi awak media.

Dia mengatakan permasalahan sound horeg adalah membuat masyarakat tidak tenang. Sebab, akan melanggar norma susila dan norma keagamaan. Ia tak mempersoalkan jika sound horeg digunakan untuk kegiatan yang positif, seperti pengajian.

"Kalau sound horeg digunakan untuk pengajian, yang positif, silakan. Tapi untuk nyanyi-nyanyi itu akibatnya ada membuka aurat, kemudian tidak sopan, menimbulkan miras, itu datanya ada, sehingga mestinya berhenti," ucapnya.

Baca selengkapnya di sini.

Simak juga Video 'MUI Jatim Minta Pemerintah Larang Sound Horeg':

(idh/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini