BMKG menjelaskan soal sumber suara dentuman yang menggegerkan warga di Malang Raya, Jawa Timur. Suara dentuman itu disebut berkaitan dengan aktivitas Gunung Semeru.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Malang Ricko Kardoso menegaskan suara keras itu bukan berasal dari aktivitas gempa tektonik maupun sambaran petir. Dari hasil pemantauan alat mereka pada waktu kejadian, situasi seismik dan atmosfer Malang Raya terpantau nihil fenomena ekstrem.
"Hasil pemantauan BMKG Stasiun Geofisika Malang pada aktivitas gempa bumi tektonik dan sambaran petir sekitar pukul 22.00 WIB, tidak terdeteksi aktivitas gempa bumi tektonik dan sambaran petir di wilayah Malang dan sekitarnya pada waktu tersebut yang berpotensi menimbulkan suara dentuman," ujar Ricko saat dimintai konfirmasi, dilansir detikJatim, Rabu (9/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas dari mana asal suara dentuman itu? Ricko mengaku telah melakukan koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru milik PVMBG. Dari hasil koordinasi tersebut, terungkap bahwa Gunung Semeru belakangan ini memang tengah menunjukkan peningkatan tekanan gas vulkanik. Kondisi itu memicu timbulnya suara dentuman hingga gemuruh yang bisa terlempar cukup jauh.
"Aktivitas letusan Gunung Api Semeru dalam beberapa minggu terakhir terkadang disertai suara dentuman maupun gemuruh dengan intensitas lemah, sedang, hingga kuat, yang berkaitan dengan peningkatan tekanan gas vulkanik," ungkap Ricko.
Dengan data tersebut, Stasiun Geofisika Malang memastikan suara dentuman di Malang Raya murni berkaitan dengan dinamika vulkanik Gunung Semeru dan bukan akibat gempa bumi ataupun petir.
Sementara itu, menanggapi berbagai spekulasi yang telanjur liar di media sosial, Ricko mengimbau warga Malang Raya tetap tenang dan tidak panik. Ia meminta masyarakat lebih selektif dalam menerima informasi.
Baca selengkapnya di sini
Simak juga Video 'Erupsi 4 Gunung Berapi Hari Ini: Anak Krakatau-Semeru':










































