Kronologi Pria Loncat ke Rel hingga KRL Ngerem Mendadak di Tanah Abang

Kronologi Pria Loncat ke Rel hingga KRL Ngerem Mendadak di Tanah Abang

Taufiq Syarifudin - detikNews
Selasa, 08 Sep 2026 10:40 WIB
Penumpang menaiki KRL Commuter Line di jalur hijau green line Tanah Abang-Rangkasbitung di Jakarta, Senin (6/7/2026). Kemenhub menargetkan proyek peningkatan daya listrik aliran atas (LAA) atau elektrifikasi jalur KRL Green Line rampung pada 2027.
Foto: Ilustrasi KRL (Andhika Prasetia/detikFoto)
Jakarta -

Seorang pria tiba-tiba loncat ke rel di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Insiden ini membuat masinis melakukan pengereman secara mendadak.

Peristiwa tersebut terjadi di Stasiun Tanag Abang, Jakarta Pusat, pada Senin (7/9) sore sekitar pukul 17.50 WIB. Dalam rekaman video yang beredar, pria tersebut dinarasikan tiba-tiba loncat ke rel sesaat sebelum KRL tujuan Manggarai masuk ke jalur 2.

Pria itu kemudian naik ke atas peron. Setelah itu, pria tersebut dinarasikan melakukan 'sujud'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KRL Rem Mendadak

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menjelaskan kejadian bermula ketika pria tersebut melompat ke jalur rel sesat sebelum Commuter Line tujuan Manggarai masuk jalur 2. Kemudian, dengan sigap petugas masinis melakukan pengereman untuk menghindari pria itu tertemper kereta.

"Usai pengereman, yang bersangkutan segera melompat kembali ke atas peron," ujar Karina dalam keterangannya, Senin (7/9).

ADVERTISEMENT

Kemudian, masinis langsung berkoordinasi dengan petugas pengamanan Stasiun Tanah Abang untuk mengamankan yang bersangkutan. Pria itu kemudian dibawa ke pos pengamanan untuk dimintai keterangan.

"Kejadian ini tidak menimbulkan kendala operasional dan perjalanan Commuter Line kembali berjalan melayani naik turun pengguna di peron 2 Stasiun Tanah Abang secara normal," ujar Karina.

"KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pengguna untuk tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan perjalanan Commuter Line dan dirinya sendiri," imbuhnya.

Diduga Alami Gangguan Jiwa

Terpisah, Kapolsek Tanah AKBP Dhimas Prasetyo mengatakan pria tersebut sempat diinterogasi setelah melakukan tindakan berbahaya tersebut. Namun, saat diinterogasi pria itu cenderung diam.

"Saat dimintai keterangan dan diinterogasi, penumpang cenderung bungkam dan menunjukkan indikasi gangguan kesehatan mental," kata Kapolsek Tanah AKBP Dhimas Prasetyo saat dihubungi, Selasa (8/9/2026).

Dhimas menerangkan, polisi kemudian tidak melanjutkan interogasi karena melihat kondisi mental pria itu yang tidak stabil. Untuk itu polisi menghubungi pihak keluarga dan pusat rehabilitasi.

"Namun orang tua penumpang sedang berada di luar kota. PKD berkoordinasi dan menghubungi Yayasan Pusat Rehabilitasi Madani Mental Health Care tempat penumpang tersebut menjalani perawatan," jelasnya.

Petugas dari pusat rehabilitasi datang menjemput pria tersebut, pada Senin (7/9) malam sekitar pukul 19.53 WIB.

"Pukul 20.00 WIB PKD Stasiun Tanah Abang bersama BKO Marinir serah terima penumpang kepada petugas Yayasan Pusat Rehabilitasi Madani Mental Health," katanya.

Lihat juga Video 'Kasihan, Ekor Kucing Ini Terjepit Pintu KRL':

(mea/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini