Presiden Bangladesh telah memafkan keempat profesor yang ikut demo pada 20-22 Agustus 2007. Demo ini dimulai dari Dhaka University dan aksi meluas ke seluruh penjuru Bangladesh. Sedikitnya, satu orang tewas dan 100 orang lebih luka-luka dalam aksi ini.
Aksi demo ini dipicu oleh tindakan pemerintah Bangladesh yang dianggap korup. Demonstran meminta, agar Bangladesh telah bebas dari korupsi sebelum pemilu yang berlangsung pada akhir 2008 nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun Presiden Tajuddin Ahmed memaafkan keempat profesor tersebut, menyusul permintaan pembebasan oleh keempat istri mereka," kata Menteri ad interim Hukum dan Informasi Bangladesh, Mainul Hosein, seperti dilansir AFP, Selasa (11/12/2007).
"Mereka dibebaskan dari Penjara Rajshahi," ujar Abdul Halim, petugas penjara Rajshahi.
(anw/mly)










































