Melekat di Ingatan, 2 Pesawat Tabrakan di Udara Gara-gara Salah Paham

Kilas Balik

Melekat di Ingatan, 2 Pesawat Tabrakan di Udara Gara-gara Salah Paham

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 11 Okt 2026 18:14 WIB
Ilustrasi pesawat listrik
Foto: Ilustrasi pesawat (Getty Images/audioundwerbung)
Jakarta -

Ada satu peristiwa tabrakan pesawat yang akan terus melekat dalam ingatan warga Jerman. Kecelakaan itu adalah tabrakan pesawat di kawasan udara Überlingen pada 2002.

Dikutip laporan investigasi resmi BFU (Bundesstelle für Flugunfalluntersuchung), pada tanggal 1 Juli 2002 pukul 21:35 waktu setempat, terjadi tabrakan di udara antara dua pesawat terbang di utara kota Überlingen (dekat Danau Constance/Bodensee), Jerman.

Kedua pesawat yang mengalami tabrakan adalah Tupolev TU154M, penerbangan charter penumpang dari Moskow, Rusia menuju Barcelona, Spanyol. Satu lagi yakni Boeing B757-200 penerbangan kargo dari Bergamo, Italia menuju Brussel, Belgia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Kedua pesawat terbang di bawah aturan penerbangan instrumen (IFR) dan sedang berada di bawah kendali pusat kontrol lalu lintas udara Swiss (ACC Zurich) pada ketinggian jelajah FL 360 (sekitar 36.000 kaki).

Awalnya, kedua pesawat bergerak saling mendekat dengan jalur persilangan tegak lurus pada ketinggian yang sama. Kemudian, sistem pencegah tabrakan otomatis di dalam kokpit kedua pesawat (TCAS) mengeluarkan peringatan awal. Petugas ATC Zurich baru menyadari potensi benturan dan memberikan instruksi darurat kepada awak TU154M untuk segera turun ke FL 350. Namun perintah ini disalahpahami.

Namun semua terlambat. Kedua pesawat bertabrakan di udara pada ketinggian 34.890 kaki. Sirip ekor vertikal Boeing menghantam bagian sayap kiri dan badan pesawat Tupolev. Tupolev hancur berkeping-keping di udara, sedangkan Boeing kehilangan kendali ekor dan jatuh menukik tajam di kawasan hutan Überlingen.

Kecelakaan ini merenggut nyawa 71 orang. Tak ada yang selamat dari dua pesawat itu.

Sebanyak 69 orang tewas, 9 awak pesawat dan 60 penumpang dari Tupolev. Sedangkan dari Boeing B757-200, 2 orang tewas itu adalah 2 pilot kargo.

Penyebab Kecelakaan

Berdasarkan kesimpulan laporan resmi BFU, penyebab kecelakaan dibagi menjadi penyebab langsung dan penyebab sistemis.

Adapun penyebab langsung karena Petugas ATC Zurich terlambat menyadari bahaya pelanggaran lintas udara. Instruksi penurunan untuk TU154M diberikan ketika jarak aman antarpesawat sudah tidak dapat dijamin lagi

Awak TU154M memilih mengikuti instruksi ATC untuk turun dan tetap melanjutkan penurunan meskipun sistem TCAS di kokpit menginstruksikan mereka untuk naik.

Penyebab kedua yakni penyebab sistemik. Pengintegrasian sistem TCAS II ke dalam dunia penerbangan internasional belum sempurna.

Lihat juga Video: Detik-detik Pesawat Tabrak Apartemen di Brasil, 3 Orang Tewas

Halaman 2 dari 2
(rdp/imk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini