Walkot Pekanbaru Ajak Ulama & Santri Doakan RI Terbebas dari Karhutla

Walkot Pekanbaru Ajak Ulama & Santri Doakan RI Terbebas dari Karhutla

Raja Adil Siregar - detikNews
Sabtu, 05 Sep 2026 20:15 WIB
Walkot Pekanbaru Ajak Ulama & Santri Doakan RI Terbebas dari Karhutla
Foto: Pemkot Pekanbaru
Pekanbaru -

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus memperkuat silaturahmi dan kolaborasi dengan para ulama, tokoh agama, serta pondok pesantren. Sinergi ini dinilai penting untuk membangun daerah yang maju secara fisik sekaligus kuat dalam nilai agama, karakter, dan kepedulian sosial.

Komitmen tersebut ditunjukkan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar saat bersilaturahmi dengan pimpinan Pondok Pesantren Babussalam, Tuan Guru Syekh H. Ismail Royan, Jumat (4/9/2026).

Selain meminta nasihat untuk pembangunan Kota Pekanbaru, Agung secara khusus memohon doa dari Tuan Guru, para ustaz, dan seluruh santri agar kebakaran hutan dan lahan segera berakhir serta udara kembali bersih dan sehat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami datang bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga secara khusus memohon doa dari Tuan Guru, para ustaz, dan anak-anak kami di pesantren. Mohon doakan Pekanbaru, Riau, serta seluruh daerah di Indonesia yang sedang menghadapi karhutla," ujar Agung.

Ia berharap doa para ulama dan santri menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menghadapi bencana tersebut.

"Semoga Allah segera menurunkan hujan yang membawa rahmat, memadamkan api, membersihkan udara, serta memberikan kesehatan dan perlindungan kepada masyarakat maupun seluruh petugas yang berjuang di lapangan," lanjutnya.

Permohonan doa tersebut melanjutkan ikhtiar batin yang sebelumnya dilakukan Pemko Pekanbaru dengan mengajak masyarakat melaksanakan salat Istisqa secara serentak di 15 kecamatan.

Agung menegaskan, doa tidak menggantikan upaya teknis penanganan karhutla. Pemadaman, pencegahan, pelayanan kesehatan, dan koordinasi lintas daerah harus tetap dilakukan secara maksimal.

"Asap tidak mengenal batas kota maupun provinsi. Karena itu, penanganannya juga membutuhkan kebersamaan. Pemerintah dan petugas terus bekerja di lapangan, masyarakat menjaga lingkungan dan tidak membakar lahan, sedangkan kita semua memohon pertolongan Allah," katanya.

Tuan Guru Syekh H. Ismail Royan menyambut baik permohonan tersebut dan menyatakan bahwa keluarga besar Pondok Pesantren Babussalam akan turut mendoakan agar karhutla segera berakhir.

"Insyaallah, kami bersama para ustaz dan santri akan mendoakan agar hujan segera turun, api dapat dipadamkan, udara kembali sehat, serta seluruh petugas dan masyarakat yang terdampak diberikan perlindungan oleh Allah," tutur Syekh Ismail.

Dalam kesempatan itu, Syekh Ismail juga mengapresiasi kerja nyata Agung Nugroho dan Markarius Anwar dalam membenahi Kota Pekanbaru. Menurutnya, pembangunan yang dilaksanakan perlu terus dilanjutkan dengan tetap menjaga kedekatan kepada masyarakat dan tokoh agama.

"Kami melihat ada kerja nyata yang dilakukan Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk membenahi Pekanbaru. Namun, yang juga patut kami apresiasi adalah adab beliau dalam memuliakan ulama. Di tengah kesibukan, beliau datang bersilaturahmi, mendengarkan nasihat, dan mengajak para ulama bersama-sama memikirkan kemajuan daerah," katanya.

Menurut Syekh Ismail, memuliakan ulama bukan hanya dengan menghadiri kegiatan keagamaan, tetapi juga membuka ruang komunikasi dan menjadikan ulama sebagai mitra dalam menjaga umat.

"Pemimpin yang menghormati ulama, dekat dengan masyarakat, dan bersungguh-sungguh bekerja untuk kepentingan umat akan selalu kita dukung dan doakan. Insyaallah, apabila pemimpin menjaga adab dan amanah, Allah akan memberikan keberkahan bagi daerah yang dipimpinnya," ujarnya.

Agung menegaskan, kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan jalan, penataan lingkungan, atau pertumbuhan ekonomi. Kemajuan juga harus tercermin dari masyarakat yang berakhlak, rukun, dan saling peduli.

"Pemerintah tidak bisa membangun kota sendirian. Kami membutuhkan doa, nasihat, dan dukungan para ulama agar setiap kebijakan tetap berada di jalan yang benar serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," jelasnya.

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Wali Kota beserta rombongan berdialog dengan pimpinan pesantren, melaksanakan salat Jumat berjemaah, kemudian melanjutkan silaturahmi dalam jamuan makan siang.

Dalam kesempatan tersebut, Pemko Pekanbaru juga menyerahkan bantuan pembangunan senilai Rp 200 juta kepada Pondok Pesantren Babussalam sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sarana pendidikan keagamaan dan peningkatan kualitas generasi muda.

Agung memastikan silaturahmi dengan para ulama dan tokoh agama akan terus dilakukan. Pemerintah ingin menjadikan ulama dan pesantren sebagai mitra strategis dalam menjaga kerukunan, memperkuat pendidikan karakter, menyelesaikan persoalan sosial, serta mengawal pembangunan daerah.

"Dengan kolaborasi pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga, insyaallah Pekanbaru akan semakin maju, harmonis, berbudaya, dan sejahtera," tutup Agung.

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin, para asisten, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, serta jajaran Pemko Pekanbaru.

(anl/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini