Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin memastikan akan ada pengurus lama dalam struktur kepengurusan PBNU yang baru. Namun, terkait siapa saja sosoknya, ia mengaku belum sempat menentukan.
"Ada, pasti ada pengurus yang dari lama. Tadi pagi saya sampaikan, saya kebetulan didampingi Gus Gudfan dari Bendahara Umum, saya sampaikan bahwa sementara ini memang baru ada itu," kata Gus Kikin usai bertemu dengan Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al-Amoudi, di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026).
Gus Kikin menyebut dirinya masih membutuhkan istirahat seusai Muktamar NU diselenggarakan. Oleh karena itu, nama-nama dalam kepengurusan yang ditentukan belum mencakup seluruh struktur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang belum sempat karena saya butuh istirahat kemarin setelah acara Muktamar itu. Nah, ini saya ada dua hari lebih itu harus tidur karena memang cukup padat acara-acaranya. Ini juga baru masuk dan masih batuk-batuk, sehingga baru beberapa nama saja," ujarnya.
Kendati demikian, ia memastikan tetap memegang teguh tradisi NU dengan melakukan istikharah atau meminta petunjuk kepada Tuhan. Hal itu termasuk penentuan posisi Sekjen PBNU yang masih menunggu proses istikharah.
"Tetapi yang penting intinya bahwa untuk posisi-posisi penting itu, saya tetap menjaga tradisi NU, kita istikharah," kata dia.
"(Posisi) Sekjen menunggu istikharah. Itu kita harus banyak pertimbangan, lah, karena kita mau semuanya menjaga hubungan yang baik dengan siapa pun," tambahnya.
(aik/aik)









































