×
Ad

Panitia Cerita Pemanfaatan Teknologi Cip Bantu Perlancar Muktamar NU

Taufiq Syarifudin - detikNews
Kamis, 03 Sep 2026 18:06 WIB
Konferensi Pers di Kantor PBNU (Taufiq/detikcom)
Jakarta -

Panitia Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) Muhammad Nuh mengatakan Muktamar ke-35 NU telah berjalan dengan baik. Nuh mengatakan panitia memanfaatkan teknologi cip untuk mengantisipasi peserta gelap.

Nuh mengatakan hal itu dilakukan untuk mengatasi masalah kepesertaan dalam Muktamar NU yang disebutnya kerap memancing keriuhan. Dia mengatakan kadang ada orang yang tak terdaftar, namun datang ke arena Muktamar NU.

"Sehingga dari situ, penerbitan SK-SK kita kawal bersama-sama sampai pada akhirnya diterbitkan DPS yang tadi Gus Ipul sudah menyampaikan, daftar peserta sementara, dua kali kita terbitkan DPS itu, dan terakhir DPT, daftar peserta tetap. Dari DPT itulah akhirnya disiapkan ini, ya kartu ini, kartu sakti ya, yang berbasis cip, berbasis IT, sehingga siapapun yang punya atau yang sah sesuai SK itu pasti dapat ini," kata Nuh dalam konferensi pers di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026).

Dia menjelaskan, peserta yang tak ada SK tidak akan dapat 'kartu sakti' tersebut. Nuh menyebutkan kartu itu dipakai sebagai kartu akses masuk ke arena sidang pleno maupun komisi.

"Dipastikan semuanya terdaftar sebagai peserta ataupun peninjau sehingga tidak ada peserta gelap, semuanya terdata dengan baik. Alhamdulillah dengan kehadiran kartu ini proses pemilihan pun juga bisa berlangsung dengan sangat baik," jelas Nuh.

Nuh mengungkap sejumlah pesan dalam Muktamar NU. Misalnya, soal roadmap NU hingga 2050.

"Pertama, ingin betul kerumunan massa yang jumlahnya luar biasa karena memang setiap kali kita misal ini video tampilan Nahdlatul Ulama pasti yang ditampilkan adalah jumlah massa yang sangat luar biasa karena memang jumlah massa kita luar biasa pula, ingin diubah jadi kekuatan produktif," katanya.




(tsy/haf)

Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork