Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyampaikan pandangan terkait posisi Indonesia di tengah konflik Israel-AS melawan Iran.
Foto
PBNU Soroti Perang Israel-AS vs Iran, Serukan Sikap Indonesia
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf didampingi sejumlah jajaran pengurus memberikan pernyataan media terkait situasi global di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, PBNU menyampaikan sejumlah pandangan terkait situasi global, khususnya konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang terus memanas. Organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu menilai konflik tersebut berpotensi berdampak luas terhadap stabilitas internasional, termasuk Indonesia.
PBNU sebelumnya menegaskan bahwa eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah dapat memicu ketidakstabilan global serta meningkatkan risiko munculnya radikalisme dan ekstremisme jika tidak segera diredam.
Dalam pernyataannya, PBNU juga mendorong agar Indonesia mengambil peran aktif dalam upaya perdamaian dunia. Sikap tersebut dinilai sejalan dengan amanat konstitusi untuk ikut menjaga ketertiban dunia dan mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
Selain itu, PBNU mengingatkan pentingnya konsolidasi internasional guna menegakkan kembali tatanan global yang damai dan berkeadilan. Upaya tersebut dinilai perlu melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga internasional, untuk mencegah konflik semakin meluas.











































