Gus Ipul Tegaskan Hasil Muktamar Ke-35 NU Sah dan Transparan

Gus Ipul Tegaskan Hasil Muktamar Ke-35 NU Sah dan Transparan

Annisa Sekar Melati - detikNews
Kamis, 03 Sep 2026 17:58 WIB
Gus Ipul
Foto: Istimewa
Jakarta -

Sekretaris Jenderal PBNU demisioner sekaligus Ketua Panitia Muktamar Ke-35 NU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), memastikan seluruh keputusan muktamar sah. Seluruh hasil perhelatan tersebut telah diproses secara transparan sesuai dengan ketentuan organisasi kepengurusan.

Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta. Ia didampingi oleh jajaran panitia seperti Sekretaris SC Prof M Nuh hingga tokoh lainnya yakni KH Ahmad Suaidi dan Neng Alisa Wahid. Hadir pula KH Kholil Nafis, KH Sholahudin Al Ayub, serta KH Mahbub Maafi dari komisi terkait.

Gus Ipul menepis keraguan publik terkait legitimasi acara tersebut. Ia menjamin seluruh rangkaian musyawarah tertinggi ini tidak melanggar aturan sedikit pun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya ingin menyampaikan, seluruh hasil Muktamar ini sah dan sesuai dengan seluruh ketentuan yang ada," kata Gus Ipul pada keterangan tertulisnya, Kamis (3/9/2026).

Salah satu keputusan paling krusial dalam muktamar kali ini adalah penguatan supremasi Syuriah dalam struktur kepemimpinan Nahdlatul Ulama. Hal ini diwujudkan lewat perubahan drastis pada mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU. Pucuk pimpinan kini tidak lagi dipilih melalui sistem pemungutan suara terbanyak atau one man one vote.

Mekanisme baru mengharuskan peserta muktamar mengusulkan nama-nama calon ketua umum terlebih dahulu. Lima nama dengan dukungan terbanyak kemudian diserahkan langsung kepada Rais Aam terpilih bersama anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Mereka akan memusyawarahkan dan menentukan sosok Ketua Umum PBNU secara mufakat.

Perubahan sistem ini dinilai mengembalikan marwah kepemimpinan tertinggi pada tempatnya yang tepat.

"Ini salah satu hasil penting Muktamar Ke-35. Mekanisme ini memperkuat posisi dan supremasi Syuriah," ujarnya.

Ia juga membantah berbagai rumor di media sosial yang mempertanyakan keabsahan proses terpilihnya pucuk pimpinan baru. Penetapan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU dipastikan sesuai tata tertib. Gus Ipul menjamin tidak ada satu pun tahapan pemilihan yang dilewati begitu saja.

Berita miring di luar area muktamar dipastikan sama sekali tidak berdasar pada realitas persidangan.

"Terpilihnya KH Miftachul Akhyar dan KH Abdul Hakim Mahfudz adalah legitimate, sah, terbuka, dan seluruh prosesnya dilalui sesuai ketentuan. Berita-berita di luar yang bermacam-macam itu tidak sesuai dengan fakta yang ada," tegasnya.

Gus Ipul mengajak seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama untuk menerima hasil keputusan dengan lapang dada. Kepemimpinan baru PBNU membutuhkan dukungan penuh demi menjalankan amanat organisasi secara maksimal. Kritik dan saran tentu tetap terbuka sebagai bahan evaluasi bagi kepengurusan mendatang.

Seluruh kaum Nahdliyin diajak bersatu mendukung para ulama yang telah diamanahi tanggung jawab besar tersebut.

"Kita menyambut gembira seluruh hasil Muktamar dan menyambut baik kepemimpinan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Mari kita hormati bersama dan kita junjung tinggi ulama-ulama kita," ujarnya.

Sebagai penutup, ia berpesan khusus kepada seluruh warga NU serta kalangan santri di akar rumput. Perbedaan pandangan harus disikapi dengan adab yang baik tanpa melontarkan tuduhan tidak berdasar.

"Jangan memberikan pernyataan yang tidak seharusnya sebagai seorang santri. Jangan memberikan komentar-komentar yang bernada fitnah, apalagi kepada para ulama kita," pungkasnya.

Tonton juga video "Gus Ipul Tegaskan Istana Tak Intervensi Muktamar ke-35 NU"

(akn/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini