Aksi dugaan pelecehan seksual terhadap seorang pria di dalam kereta rel listrik (KRL) viral di media sosial. Pihak kepolisian bergerak melakukan penyelidikan.
Dari video yang beredar, terdengar keributan di dalam gerbong yang saat itu terlihat padat. Dinarasikan terduga pelaku memegang bagian intim seorang penumpang pria. Peristiwa memanas hingga terjadi aksi pemukulan.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan mengatakan informasi terkait dugaan kekerasan seksual masih ditelusuri karena tidak adanya laporan yang masuk. KAI Commuter tidak membenarkan segala bentuk tindakan kriminalitas yang mengganggu keamanan dan kenyamanan pengguna.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apabila pengguna menyaksikan atau menjadi korban pelecehan seksual, segera laporkan kejadian tersebut kepada petugas," kata Leza dalam keterangannya, Kamis (24/9/2026).
Leza mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh pengguna jasa. KAI juga berperan aktif melakukan kolaborasi dalam menangani tindak kekerasan seksual yang terjadi baik di dalam kereta ataupun di lingkungan stasiun.
"Saat ini seluruh stasiun Jabodetabek sudah dilengkapi dengan CCTV analytic, begitu pula di dalam rangkaian Commuter Linenya. CCTV analytic ini dapat merekam wajah pengguna Commuter Line termasuk terduga pelaku tindak kriminalitas," jelasnya.
KAI Commuter akan memberikan sanksi blacklist apabila terduga pelaku terbukti melakukan tindak kekerasan seksual. KAI juga akan membantu dan mendampingi korban ke ranah hukum.
"Kami mengajak pengguna Commuter Line untuk tidak mengabaikan tindakan yang berpotensi mengganggu kenyamanan serta berani speak upuntuk menyampaikan laporan apabila menemukan kejadian yang memerlukan perhatian. KAI Commuter berupaya memastikan layanan Commuter Line dapat digunakan dengan rasa aman oleh seluruh masyarakat," pungkasnya.
Saksikan Live DetikSore :
(wnv/mea)










































