Kunjungan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) ke Sorong, Papua Barat Daya, menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan program ketahanan pangan dan perlindungan sosial juga menjangkau masyarakat di wilayah timur Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah menyalurkan Bantuan Pangan Beras Periode Juli-September 2026 kepada masyarakat penerima manfaat di Kelurahan Malabutor, Kecamatan Sorong Manoi, Kota Sorong, Rabu (2/9). Penyaluran bantuan secara simbolis dimulai oleh Zulhas.
Bantuan diberikan kepada 1.800 Kelompok Penerima Manfaat (KPM) di Kelurahan Malabutor yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Desil 1-4. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan berupa 30 kilogram beras untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga selama periode tiga bulan.
Di tengah berbagai dinamika ekonomi dan harga pangan, bantuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi, terutama bagi keluarga yang membutuhkan.
"Yang paling penting adalah masyarakat bisa merasakan langsung kehadiran pemerintah. Bantuan ini kita pastikan sampai kepada mereka yang memang membutuhkan, tepat sasaran dan tepat waktu," ujar Zulhas dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).
Penyaluran bantuan pangan beras ini juga menjadi bagian dari implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bagi masyarakat di daerah seperti Papua Barat Daya, kehadiran program bantuan pangan memiliki arti penting. Selain membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi keluarga penerima manfaat untuk mengalokasikan penghasilannya bagi kebutuhan lain, seperti pendidikan, kesehatan, dan keperluan keluarga sehari-hari.
Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan Perum BULOG terus memperkuat koordinasi agar penyaluran bantuan dapat berjalan lancar hingga ke tingkat masyarakat. Data penerima juga terus menjadi perhatian agar bantuan benar-benar diterima oleh kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program.
Selain itu, Zulhas mengatakan pangan bukan sekadar persoalan ketersediaan beras, tetapi juga menyangkut kemampuan setiap keluarga untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Karena itu, pemerintah terus memperkuat berbagai kebijakan yang dapat menjaga ketahanan pangan sekaligus melindungi masyarakat rentan.
"Kita ingin masyarakat tidak perlu khawatir soal kebutuhan pangan. Negara hadir, pemerintah hadir, dan kita terus berupaya memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi," tegasnya.
Melalui penyaluran Bantuan Pangan Beras Periode Juli-September 2026, pemerintah kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga ketersediaan pangan, melindungi masyarakat yang membutuhkan, dan memastikan setiap kebijakan pangan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari masyarakat.
Simak juga Video 'WFP: El Nino Berpotensi Tambah 49 Juta Orang Alami Kelaparan Akut':
(ega/ega)