Dari pantauan detikcom, terdapat hampir 6 titik air di Panivilion Indonesia, yaitu di lobi sebanyak 4 titik dan di ruang pers sebanyak 2 titik. Air hujan ini merembes ke celah kain yang terpasang di bawah atap terpal.
Air yang menggenang membuat kain tertarik ke bawah. Dari celah-celah kain itu, air menetes jatuh di atas karpet merah. Untuk menampung air, beberapa ember hijau diletakkan di bawah titik air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suasana menjadi panik ketika Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu akan menghadiri jumpa pers di ruangan ini. Para petugas di Pavilion Indonesia dan staf Depertemen Perdagangan berlomba-lomba mencoba menghilangkan air yang menggelantung di atas kain berwarna kuning dan merah.
Mereka mencoba menghilangkan air dengan menusuk kain dengan pisau. "Ada pisau? Kita tusuk saja supaya air cepat merembes. Jangan sampai dilihat oleh ibu," ujar seorang petugas yang panik.
Namun usaha mereka sia-sia. Pasalnya, saat Mari tiba di lokasi air masih mengelayut di atas kain dan menetes sedikti demi sedikit.
(gds/umi)
