Franky Bernyanyi, Mulut Korban Lapindo Malah Disumpal

Franky Bernyanyi, Mulut Korban Lapindo Malah Disumpal

- detikNews
Jumat, 07 Des 2007 15:25 WIB
Jakarta - Musik mengalun merdu. Franky Sahilatua bernyanyi dengan garang disahuti para aktivis lingkungan. Tapi di depan mereka, korban Lapindo bersimpuh dengan mulut disumpal.

Demikian yang terlihat saat aksi kampanye lingkungan Franky dan aktivis lingkungan yang tergabung dalam CSF (Civil Society Forum) di markas LSM di Nusa Dua, Bali, Jumat (7/12/2007).

Saat Franky bernyanyi, korban Lapindo sama sekali tidak bisa ikut bergembira. Jangankan bergembira, bersuara saja mereka tidak bisa. Lima korban Lapindo yang mengikuti aksi itu hanya duduk bersimpuh di depan panggung. Mulut mereka disumpal plester.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika diajak bicara, mereka pun hanya bisa menggelengkan kepala lantas menunjuk tangannya pada poster tersebut. Jeritan hati para korban ini hanya bisa dibaca pada poster yang mereka pegang. Poster tersebut  menyiratkan penderitaanya akibat semburan lumpur Lapindo. "Kami adalah korban Lapindo" bunyi poster tersebut.

Dalam aksi itu, Franky menyanyikan lagu berjudul Bumi Kita Hanya Satu. Lagu ini diciptakan khusus untuk mengajak manusia peduli lingkungan pada UNCCC di Nusa Dua, Bali.

Lagu Franky tersebut bercerita tentang ulah manusia yang gemar menghabiskan energi, membuang CO2 ke udara, dan merusak hutan.Bumi menjadi kian panas. Banjir menerjang kota. Kekeringan melanda sawah dan ladang. Manusia pun terancam kelaparan. Demikian bunyi lirik lagu tersebut.
(iy/iy)



Berita Terkait