Demikian yang terlihat saat aksi kampanye lingkungan Franky dan aktivis lingkungan yang tergabung dalam CSF (Civil Society Forum) di markas LSM di Nusa Dua, Bali, Jumat (7/12/2007).
Saat Franky bernyanyi, korban Lapindo sama sekali tidak bisa ikut bergembira. Jangankan bergembira, bersuara saja mereka tidak bisa. Lima korban Lapindo yang mengikuti aksi itu hanya duduk bersimpuh di depan panggung. Mulut mereka disumpal plester.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam aksi itu, Franky menyanyikan lagu berjudul Bumi Kita Hanya Satu. Lagu ini diciptakan khusus untuk mengajak manusia peduli lingkungan pada UNCCC di Nusa Dua, Bali.
Lagu Franky tersebut bercerita tentang ulah manusia yang gemar menghabiskan energi, membuang CO2 ke udara, dan merusak hutan.Bumi menjadi kian panas. Banjir menerjang kota. Kekeringan melanda sawah dan ladang. Manusia pun terancam kelaparan. Demikian bunyi lirik lagu tersebut.
(iy/iy)











































