Tembaki Mobil Direktur Sekolah Antiteror, 4 Polisi Diperiksa

Tembaki Mobil Direktur Sekolah Antiteror, 4 Polisi Diperiksa

- detikNews
Jumat, 07 Des 2007 15:09 WIB
Semarang - Meski tak ada unsur kesengajaan, empat anggota Sat Narkoba Polres Klaten yang menembaki mobil Direktur Sekolah Antiteror yang juga warga Australia, Lausther Cross, tetap diperiksa.

Empat polisi itu sejatinya hendak menyergap pengedar narkoba, Minggu (25 /11/2007). Namun mereka salah sangka. Mobil yang melintas di lokasi transaksi narkoba ternyata milik Direktur Jakarta Center for Law and Enforcement Coorperation (JCLEC) di Semarang.

"Ya, kita sedang evaluasi. Empat anggota itu kita periksa," kata Kapolda Jateng, Irjen Dody Sumantyawan HS kepada wartawan di Mapolda, Jalan Pahlawan Semarang, Jum'at (7/12/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dody mengaku belum bisa menjelaskan apakah empat anggota polisi yang teledor itu akan dikenai sanksi atau tidak. Namun mereka bisa dinilai melanggar kode etik profesi.

Empat anggota polisi itu diketahui membiarkan begitu saja mobil melaju sesaat terjadinya penembakan. "Mereka menghentikan aksinya setelah diberitahu tersangka narkoba yang dikeler bahwa mobil itu bukan yang dicari," jelas Dody.

Kapolda mengaku telah minta maaf kepada yang bersangkutan dan menjelaskan kronologi kejadiannya. Menurut dia, Lausther Cross tidak mempermasalahkan kasus tersebut.

"Tidak, dia tidak akan menuntut, karena menganggap semua sudah selesai," demikian Kapolda Jateng, Irjen Dody Sumantyawan HS.
(try/nrl)


Berita Terkait