Peristiwa itu terjadi Kamis 6 November 2007. Saat itu pesawat sedang mengangkut jamaah kloter 61.
Saat take off, pilot merasakan ada yang tidak beres, sehingga pesawat yang bahan bakarnya penuh itu hanya berputar-putar di udara dan tidak lama turun kembali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi sudah jalan ke bandara, tapi ternyata tidak bisa berangkat hari ini. Jadi rombongan balik lagi ke asrama," ungkap Sapto Anggoro, salah satu calon jamaah kloter 64 JKS kepada detikcom.
Jumlah calon jamaah dalam rombongan ini terdapat 450 orang. Menurut Sapto, alasan penundaan keberangkatan disampaikan petugas Panitia Pelaksana Haji Indonesia (PPHI) kepada masing-masing ketua regu.
"Saya sendiri dapat infonya dari ketua regu 8 kloter 64 JKS, Pak Istikhori. Tadi hanya ketua regu yang ikut rapat. Infonya karena ada burung masuk baling-baling pesawat Saudi Arabia saat akan membawa rombongan kloter 61," tutur Sapto.
Sapto dan calon jamaah haji lain di kloter 64 embarkasi Bekasi, Jawa Barat, dijadwalkan lagi berangkat ke Tanah Suci pada Sabtu 8 Desember 2007 pukul 09.00 WIB.
"Calon jamaah sih bersyukur. Kita malah takut kalau dipaksakan akibatnya jadi fatal. Malah ada seorang bapak yang sujud syukur di masjid asrama. Dia sedang sakit, butuh recovery beberapa hari dan baru boleh berangkat Sabtu. Ya ada hikmah yang bisa diambil," ujar Sapto.
(umi/nrl)










































