×
Ad

Kata Mereka tentang Potensi ASN Digantikan AI

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 26 Agu 2026 05:31 WIB
Rapat Komisi II DPR dan LAN. (Foto: Firda/detikcom).
Jakarta -

Pemanfaatan perkembangan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI) dalam kinerja aparatur sipil negara (ASN) menjadi perbincangan. Potensi efisiensi jumlah dan kinerja ASN efek dari pemanfaatan teknologi tersebut pun turut ditanggapi oleh sejumlah anggota Komisi II DPR.

Adapun Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf mulanya menyebut penggunaan AI dapat mengefisienkan pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan beberapa orang. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat kerja bersama LAN di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (24/8/2026).

"Kalau dulu kita memerlukan ada dua tiga orang untuk membuat sebuah presentasi, sekarang tidak perlu, ya," kata Dede.

Menurutnya, perkembangan digitalisasi juga perlu diikuti dengan evaluasi terhadap kebutuhan jumlah ASN di daerah. Ia mencontohkan kondisi kantor kecamatan yang saat ini dapat memiliki puluhan pegawai.

"Padahal sebagaimana kita ketahui dengan adanya digitalisasi dan lain-lain, mungkin itu mestinya tidak perlu sampai puluhan orang. Mungkin cukup 15 sampai 20 orang," ujarnya.

Dede mempertanyakan kesiapan pemerintah dalam menghadapi perubahan tersebut, termasuk kemungkinan berkurangnya kebutuhan ASN akibat penerapan teknologi.

"Nah ini konteksnya kalau kita perhatikan juga, bahwa apakah ASN-ASN kita ke depan akan menjadi mass product atau akan terjadi pengurangan?" kata Dede.

Ia pun meminta Lembaga Administrasi Negara (LAN) menyiapkan konsep pengembangan kompetensi ASN agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk AI.

"Nah, apa ada konsep ke depan terkait dengan pengembangan kompetensi ASN menyikapi perkembangan teknologi, inovasi, termasuk Artificial Intelligence itu?" ujarnya.

Peningkatan Kompetensi ASN

Dalam kesempatan itu, Kepala LAN Muhammad Taufik mengatakan pihaknya telah melakukan transformasi pengembangan kompetensi ASN. Salah satu fokusnya ialah meningkatkan kompetensi ASN dengan pembelajaran di bidang AI.

"Capaian pelaksanaan transformasi pengembangan kompetensi selama kurang lebih hampir 2 tahun ini dilakukan dengan bagaimana melakukan transformasi memperkuat ekosistem pembelajaran yang melibatkan berbagai pihak termasuk banyak start-up-start-up teknologi terkait private sector yang bergerak di bidang terutama kita ingin memperkuat pengembangan kompetensi di bidang AI," kata Taufik.

Dia membeberkan LAN bekerja sama dengan berbagai perusahaan teknologi, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk meningkatkan kompetensi ASN.

"Kita tidak hanya apa partner dari apa dalam negeri, tapi juga luar negeri, ya. Tidak hanya pemerintah, tapi juga dari swasta, seperti Microsoft, Google, ada Amazon Web Services, dan seterusnya," ujarnya.

Taufik mengatakan pengembangan kompetensi tersebut diarahkan agar pembelajaran ASN tidak sekadar menghasilkan sertifikat, tetapi berdampak terhadap kinerja.

"Dan ini kita harapkan memudahkan bagi ASN belajar secara berdampak, belajar yang betul-betul kemudian berorientasi pada outcome," ujarnya.

Lantas bagaimana tanggapan dari legislator lainnya? Berikut ulasannya dirangkum detikcom.


(dwr/isa)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork