Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade meminta distribusi LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi di Sumatera Barat (Sumbar) harus dipastikan sampai kepada masyarakat dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Ia meminta tak boleh lagi ada kelangkaan LPG 3 kg.
"Pemerintah dan Pertamina memastikan bahwa distribusi LPG di Sumbar sampai ke masyarakat dan tidak boleh ada kelangkaan. Harga LPG yang didistribusikan kepada masyarakat sesuai dengan HET," kata Andre saat membuka Sosialisasi Keamanan dan Distribusi Subsidi LPG di Hotel Mercure Padang, Minggu (23/8) pagi.
Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber yakni Sales Branch Manager (SBM) Sumbar III Gas Pertamina, Muhammad Bima Habibi Alamsyah dan Anggota Hiswana Migas Rachmad Wijaya. Menurut Andre, pemerintah dan Pertamina harus terus mengawal distribusi LPG 3 kg agar masyarakat yang berhak dapat memperoleh gas bersubsidi dengan mudah dan harga terjangkau.
Dalam kegiatan tersebut, Andre juga mendapat informasi dari peserta mengenai adanya kelangkaan LPG 3 kg dan penjualan di atas HET di kawasan Bypass-Ketaping, Kota Padang. "Di Padang HET-nya Rp 17 ribu. Seharusnya tidak boleh ada harga Rp 21 ribu," tegas Andre di hadapan peserta sosialisasi yang sebagian besar merupakan pengguna LPG 3 kg.
Andre meminta persoalan tersebut segera ditelusuri, termasuk dengan memastikan agen atau pangkalan yang melakukan penjualan di atas ketentuan. Dia mengatakan keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDPM) nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan LPG 3 kg sesuai HET.
"Nanti masyarakat beli LPG 3 kg di Kopdes Merah Putih. Di sana harganya sesuai HET. Tinggal konsumen atau masyarakat mau beli di pangkalan atau di Kopdes Merah Putih," ujarnya.
(isa/gbr)