"Saya tidak kenal Polly. Saya cuma menyarankan, terlibat atau tidak itu harus pakai bukti, jangan dengan asumsi. Ini kan seolah-olah BIN terlibat, tidak bisa begitu. Kita harus cari bukti dulu," kata Bijah Soebijanto usai pembukaan seminar tentang Nilai-nilai Kebangsaan di Gedung Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2007).
Bijah mengaku telah bertemu Suciwati dua kali. Kedatangan Suciwati sendiri ingin mengklarifikasi dan mencari kebenaran, serta keadilan atas kematian Munir, yang diduga melibatkan BIN dan Pollycarpus.
"Saya ketemu dua kali, Suci mau konfirmasi, tapi saya tidak tahu. Sebetulnya saya selalu berteman dengan siapa saja, selalu beri dukungan kepada yang mencari kebenaran," kata Deputi Pemantapan Nilai Kebangsaan Lemhannas ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukti itu bisa dicari dengan berbagai cara, seperti soal surat penugasan dari BIN kepada Polly. Ketika ditanya kepada Suciwati mengatakan dalam persidangan bahwa dirinya bertemu Bijah, yang secara implisit mengetahui Pollycarpus.
"Saya tidak kenal Polly. Tapi, saya menghormati dia (Suciwati), karena dia sedang mencari kebenaran dan keadilan. Saya kira, mungkin ada salah-salah atau lupa-lupa," ujar dia.
Ketika disinggung apakah dirinya akan hadir di persidangan bila diminta keterangan, dia menjawab, "Saya akan katakan apa adanya, tidak kenal Polly. Saya kan di BIN, pasti tahu kalau dia orang BIN atau bukan." (zal/asy)










































