Pesta Seks di Ruang Komandan

Bisnis Seks di Penjara (2)

Pesta Seks di Ruang Komandan

- detikNews
Kamis, 06 Des 2007 10:58 WIB
Jakarta - Setiap penjara di Indonesia punya ruang tunggu untuk keluarga yang mengunjungi napi. Ruangan yang diperuntukan untuk temu kangen bagi napi dan keluarganya itu biasanya selalu penuh saat jam besuk. Di tempat itu kerinduan akan tertumpah. Terutama napi yang dikunjungi istri atau pasangannya. Mereka tak sungkan berciuman di depan napi dan para pembesuk.

Tapi bagi napi yang punya banyak uang bisa memilih tempat yang lebih privasi. Tentu saja dengan mengeluarkan sejumlah uang. Di ruang khusus ini, para napi dan pasangannya bisa menyalurkan hasrat biologisnya.

Di beberapa penjara yang didatangi detikcom, seperti di LP Cipinang, Rutan Salemba, dan LP Tangerang, memang menyediakan beberapa ruang untuk itu. Hanya saja, bukan sebuah ruangan khusus yang disediakan. Melainkan ruang publik atau petugas yang sewaktu-waktu bisa digunakan. Tentunya dengan memberikan sejumlah uang sewa kepada petugas. Harga yang dipatok pun relatif tinggi, berkisar Rp 250 ribu hingga Rp 600 ribu.

Misalnya di Rutan Salemba, yang menyediakan ruangan "asmara" dengan tiga kelas. Kelas pertama adalah kelas ekonomi, yakni berupa toilet umum untuk para pembesuk. Di tempat ini harga sewanya Rp 50 ribu. Ada juga kelas bisnis, yang merupakan ruangan Bagian Hukum dan Pelayanan Tahanan (BHPT), ruang penyidikan, dan ruang meeting. Tempat ini dibandrol Rp 250 ribu untuk satu jam.

Kalau mau yang lebih ekslusif dengan fasilitas AC, TV, DVD, dan sofa empuk, napi dan pasangannya bisa menyewa ruang tamu Kepala Rutan Salemba, yang terletak di lantai dua. Tapi untuk menggunakan ruangan ini napi harus merogoh kocek Rp 500 ribu per 90 menit.

Beberapa pejabat yang mendekam di Rutan Salemba, kabarnya sering menggunakan ruangan ini untuk bermesraan dengan istri atau pasangannya. Malah ada pejabat yang belum lama ini ditahan karena korupsi, sempat membawa tiga PSK sekaligus ke ruangan Kepala Rutan.

"Kalau tidak salah, pejabat tersebut bawa perempuan-perempuan itu seminggu setelah lebaran tahun ini. Mereka pesta seks di ruang Kepala Rutan," jelas sumber detikcom, yang kebetulan menjadi salah satu tokoh di blok tempat pejabat tersebut ditahan.

Di LP Cipinang pun demikian. Di penjara terbesar di Jakarta ini, terdapat beberapa ruangan yang bisa digunakan untuk bermesraan. Untuk yang berkantong tipis, napi bisa menggunakan tempat latihan band para napi. Tempat ini berada di dekat ruang besukan. Ruangan yang hanya disekat dengan tembok setinggi 1,5 meter ini dibandrol dengan harga Rp 150 ribu per jam.

Untuk napi berkantong sedang, bisa memilih ruangan pemeriksaan atau registrasi narapidana yang terletak di dalam. Tempat ini dibandrol dengan harga Rp 250 ribu. Sedangkan bagi napi berkantong tebal, bisa menggunakan ruangan Kepala LP, yang berfasilitas lengkap dan mewah. Ruangan berukuran 3x 3 meter ini dibandrol dengan harga Rp 600 ribu untuk 2 jam.

Seorang sipir di LP Cipinang mengatakan, bisnis sewa-menyewa ruangan di LP Cipinang sudah menjadi rahasia umum. Sebab uang hasil sewa itu seluruhnya dibagi rata untuk menambah kesejahteraan sipir. " KPLP dan seluruh sipir di sini juga sudah tahu, lumayan buat nambah pemasukan di dapur " katanya kepada detikcom di kantin LP Cipinang.

Bagi napi yang tidak punya uang tentu saja jadi masalah. Selain tidak punya uang untuk membayar sewa, mereka juga tidak mampu membayar PSK jika ingin berkencan. Kondisi ini dialami anak hilang, napi yang tidak pernah dibesuk keluarga atau teman. Untuk memuaskan hasrat seksnya golongan ini terpaksa melakukan anal seks dengan sesama napi. Lokasi kencannya adalah setiap sudut sepi yang ada di area LP Cipinang.

"Imbalan anal seks yang dilakukan "anak hilang" dengan sesama napi cukup dengan uang Rp 5 ribu rupiah atau dengan mencuci bajunya saja," jelas sipir tersebut.

Sementara di LP Pemuda Tangerang kondisinya agak berbeda. Untuk bisnis sewa ruangan "intim" bagi para napi di Lp ini, hanya tersedia 2 kamar. Ruangan ini dikelola oleh Sumarno, sipir bagian Keamanan dan Ketertiban (Kamtib).

Sumarno biasanya yang mengatur jadwal bagi napi yang ingin melakukan seks. Tempat sewaan itu berada di blok F, sekitar lima meter dari kamar mandi para napi. Untuk menggunakan kamar ini, Sumarno mematok tarif sebesar Rp 350 ribu untuk 45 menit.

Menurut Tanping register LP Tangerang, sebut saja namanya Pacek, selain menyewakan kamar, Sumarno juga sering mencarikan Jablay atau PSK bagi napi yang membutuhkan. Tapi biasanya napi yang memesan PSK atau Jablay kepada Sumarno adalah para napi yang berada di blok A. Blok ini di kenal paling elit di LP Tangerang. Sebab untuk bisa berada di blok ini, napi harus membayar Rp 5 juta. Selain itu setiap bulan, napi di blok ini juga wajib bayar Rp 500 ribu.

Para napi di blok ini umumnya bandar narkoba, yang banyak uang. " Yang suka mesen Jablay sama Sumarno adalah Akuang dan Akwi. Mereka pesen Jablay Rp 250 ribu ke Sumarno " kata Pacek saat dihubungi detikcom melalui selulernya.

Pastinya bisnis sewa kamar untuk melepaskan hasrat biologis napi jadi keuntungan sendiri bagi sipir. Selain itu sipir juga bisa mencari keuntungan tambahan dengan mencarikan PSK untuk napi yang memesannya. (ron)
(ddg/ddg)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads