Peristiwa itu berawal dari unjuk rasa yang dilakukan ratusan orang dari Masyarakat Peduli Hukum Maluku Utara (MPHMU) di depan kantor Gubernur Maluku Utara, Jl Pahlawan Revolusi, Ternate, Kamis (6/12/2007).
Dalam aksinya, mereka menuntut berbagai kasus dugaan korupsi yang dilakukan mantan Gubernur Maluku Utara Thaib Armayn diusut tuntas. Para demonstran juga mendesak Pejabat Gubernur Maluku Utara saat ini, Timbul Pujianto, mengamankan berbagai dokumen penting tentang penggunaan dana APBD Maluku Utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi pelemparan batu itu membuat massa MPHMU naik pitam. Mereka pun melakukan aksi balasan dengan melempari kantor gubernur Maluku Utara. Sejumlah mobil yang berada di halaman gedung pemerintahan itu juga tak luput dari amukan massa.
Sementara itu, di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut, yang hanya berjarak belasan meter dari kantor gubernur Maluku Utara, juga berlangsung unjuk rasa yang dilakukan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Malut. Mereka mempersoalkan dugaan korupsi di Kabupaten Sula, Maluku Utara.
Namun entah mengapa, tiba-tiba kelompok ini terlibat saling ejek dengan massa MPHMU. Massa KNPI menuding MPHMU suruhan Abdul Gafur. Sebaliknya, MPHMU menuduh KNPI adalah orang-orang suruhan Thaib Armayn.
Dari saling ejek, kedua massa ini kemudian terlibat bentrokan. Mereka saling lempar batu dan terlibat perkelahian fisik. Namun tak lama kemudian, bentrokan ini bisa dilerai oleh polisi. Saat ini aparat kepolisian membuat barikade di antara kedua massa tersebut. (djo/nrl)











































