"Hasilnya tidak terlalu mengejutkan. Ini menunjukkan komitmen Komisi III terhadap pemberantasan korupsi sangat rendah. Karena yang dipilih adalah dia yang berkomitmen rendah," ujar pengamat politik dan hukum Denny Indrayana di gedung DPR, Senayan, Rabu (5/12/2007).
Menurut Denny, rendahnya komitmen DPR terhadap pemberantasan korupsi terlihat dari hanya 16 anggota Komisi III yang memilih salah satu pimpinan KPK,Amien Sunaryadi. Sedangkan suara lebih besar diberikan kepada Antasari yang dinilai publik memiliki persoalan kredibilitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan terpilihnya Atasari, menurut Denny, bisa terjadi pembajakan terhadap lembaga pemberantasan korupsi tersebut. Pembajakan yang dimaksudnya adalah terjadinya pembusukan dari dalam yang akhirnya dapat berujung pada pembubaran KPK.
Kinerja KPK dalam memberantas korupsi di masa mendatang, menurut Dosen UGM ini, akan menghadapi tantangan yang sangat besar. Kasus-kasus korupsi besar diprediksi akan mengalami kebuntuan.
"Akan banyak kasus-kasus besar yang dipetieskan dengan kepemimpinan KPK yang lemah komitmen seperti ini. Yang pertama kali akan dipetieskan sepertinya adalah aliran dana BI ke DPR," pungkas Denny.
(rmd/ndr)











































