Nusa Dua - Negara dunia ketiga atau negara-negara berkembang tidak boleh hanya menjadi tempat sampah bagi negara-negara maju yang hanya menghasilkan emisi karbon. Tetapi juga harus mendapatkan keuntungan dari usahanya melestarikan hutan guna mengurangi emisi karbon di udara yang dihasilkan oleh negara-negara maju.
Demikian ditegaskan oleh Ketua Delegasi Indonesia Emil Salim usai jumpa pers pertemuan UNCCC, di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Rabu (5/11/2007).
"Jadi Negara dunia ketiga bisa mendapat keuntungan, pertama keuntungan menurunkan karbon, kedua mendapat keuntungan teknologi tanpa bias dan ketiga capacity building," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emil menegaskan, dari dulu memang negara-negara berkembang sudah menyerap karbon yang banyak dihasilkan oleh industri-industri di negara maju tanpa dibayar. "Oleh karena itu sekarang negara maju harus tetap menurunkan produksi emisi karbonnya, dan negara berkembang yang menyerap harus mendapatkan keuntungan, karena itu kita menginginkan sekarang mereka (negara maju) untuk membayar kepada negara berkembang," tandasnya.
Ditambahkan Emil, filosofi yang diambil sebagai tuntutan Indonesia sebagai negara berkembang adalah dengan membuat karbon menjadi bernilai, sehingga upaya yang dilakukan oleh negara berkembang untuk mengurangi emisi karbon dapat berjalan.
(iy/iy)