"Kita tahu bahwa yang dilarang itu organisasi atau PKI, tapi bagaimana nasib orang-orang yang dicap PKI dan keluarganya sekarang? Orang-orang yang tidak berdosa dan tidak ikut PKI pun mendapat stigma dan sulit masuk dunia kerja," kata anggota Komisi I FPDIP Permadi dalam fit and proper test calon Panglima TNI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/12/2007).
Pertanyaan Permadi ini muncul bukan tanpa alasan. Sebab belakangan ini, TNI khususnya AD selalu gencar mengkampanyekan bahaya komunisme. Bahkan, beberapa waktu lalu ada perwira tinggi TNI AD yang mengatakan ada anggota keluarga mantan PKI yang menyusup di DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Permadi mempertanyakan sikap berbeda yang ditunjukkan pemerintah dan TNI terhadap eks anggota GAM. Para mantan anggota GAM justru mendapatkan kompensasi yang begitu besar.
"Bagaimana Saudara (Djoko Santoso) melihat masalah Aceh, apakah masih aman dan kondusif terkait keinginan GAM mendirikan partai?" imbuh Permadi seraya bertanya. (zal/nrl)











































