Djoko Santoso Ditanya Stigma PKI

Tes Panglima TNI

Djoko Santoso Ditanya Stigma PKI

- detikNews
Rabu, 05 Des 2007 13:59 WIB
Jakarta - Jenderal TNI Djoko Santoso sebagai calon Panglima TNI ditanyai soal stigma Partai Komunis Indonesia (PKI), yang membuat seseorang sulit mendapatkan kerja, termasuk untuk jadi anggota TNI.

"Kita tahu bahwa yang dilarang itu organisasi atau PKI, tapi bagaimana nasib orang-orang yang dicap PKI dan keluarganya sekarang? Orang-orang yang tidak berdosa dan tidak ikut PKI pun mendapat stigma dan sulit masuk dunia kerja," kata anggota Komisi I FPDIP Permadi dalam fit and proper test calon Panglima TNI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/12/2007).

Pertanyaan Permadi ini muncul bukan tanpa alasan. Sebab belakangan ini, TNI khususnya AD selalu gencar mengkampanyekan bahaya komunisme. Bahkan, beberapa waktu lalu ada perwira tinggi TNI AD yang mengatakan ada anggota keluarga mantan PKI yang menyusup di DPR.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Padahal ada Riepka Tjiptaning yang mengarang buku 'Aku Bangga Jadi Anak PKI' yang menjadi Ketua Komisi IX DPR. Padahal sekarang semua keluarga mantan DI/TII, Permesta, PKI dan keluarga mantan pejuang dan pahlawan sudah saling bahu membahu, kenapa keluarga mantan PKI sulit masuk TNI?" tanya Permadi.

Permadi mempertanyakan sikap berbeda yang ditunjukkan pemerintah dan TNI terhadap eks anggota GAM. Para mantan anggota GAM justru mendapatkan kompensasi yang begitu besar.

"Bagaimana Saudara (Djoko Santoso) melihat masalah Aceh, apakah masih aman dan kondusif terkait keinginan GAM mendirikan partai?" imbuh Permadi seraya bertanya. (zal/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads