Ketua II Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Utara, Hendra Arbie menyatakan, sejauh ini kebakaran bandara tersebut belum memberi dampak pada tingkat hunian hotel maupun aktivitas wisata lainnya di Sumut.
"Namun ke depan, masalah kebakaran bandara ini akan menjadi salah satu aspek yang akan diingat calon wisawatan. Kalau aspek keamanan tidak terjamin, maka mereka akan enggan datang. Ini masalah," kata Hendra Arbie dalam sebuah diskusi di Hotel Garuda Plaza, Jalan Sisingamangaraja Medan, Selasa (4/12/2007).
Hendra yang juga pelaku wisata bidang perhotelan menyatakan, sejauh ini memang belum ada penurunan jumlah tamu hotel yang terkait langsung dengan masalah kebakaran Bandara Polonia ini. Kemungkinan besar itu karena penerbangan tetap berlangsung di Bandara Polonia.
"Kalau penerbangan masih berlangsung dengan baik, tidak ada penundaan, maka tidak ada berpengaruh pada tingkat hunian hotel," kata Hendra.
Masalahnya, kata Hendra, terbakarnya Bandara Polonia ini sudah menjelekkan citra Indonesia dan citra wisata Indonesia. Padahal upaya-upaya perbaikan citra wisata sedang dilakukan secara nasional. Semua pihak harus ambil bagian untuk membangun citra itu kembali.
Renovasi terminal keberangkatan domestik Bandara Polonia, kata Hendra, haruslah mengedepankan aspek keamanan dan pencegahannya. Detektor asap dan api mestinya dipasang di bandara, sehingga potensi bencana kebakaran bisa dideteksi.
"Di hotel saja ada smoke detector, yang mendeteksi asap, serta sprinkler yang langsung mengeluarkan air jika mendeteksi adanya api, sementara di Polonia tidak ada. Ini kan memprihatinkan," kata Hendra Arbie.
(rul/asy)











































