Raisah Masih Rajin ke Psikiater

Kasus Penculikan

Raisah Masih Rajin ke Psikiater

- detikNews
Selasa, 04 Des 2007 14:53 WIB
Jakarta - Meski drama penculikannya telah berlalu beberapa bulan lalu, Raisah Ali masih harus rajin ke psikiater. Hampir tiap minggu gadis cilik ini bertemu dengan psikiater.

"Dia masih takut sama orang asing dan hampir tiap minggu harus bertemu dengan psikiater," ujar ibu Raisah, Nizmah.

Hal itu disampaikan Nizmah usai menghadiri persidangan 2 orang terdakwa penculik anaknya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jl Ahmad Yani, Pulomas, Jakarta, Selasa (4/12/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Nizmah, sampai saat ini Raisah tidak mau bercerita banyak mengenai peristiwa penculikan tersebut, baik kepada kedua orang tuanya maupun kepada orang di sekelilingnya.

Dan pasca penculikan terhadap Raisah, anak-anak di sekitar rumah Raisah di Komplek AURI Jatiwaringin, Jakarta Timur, tidak ada yang mau main di luar rumah. Dan kalau pergi selaluย  didampingi pembantu.

Sementara itu dalam persidangan, Nizma yang datang didampingi seorang saudara perempuannya menyerahkan surat hasil pemeriksaan dari psikiater Raisah ke majelis hakim.

"Majelis hakim mau tahu kondisi Raisah, karena biasanya kejadian begini bisa menimbukan trauma bertahun-tahun," kata wanita yang mengenakan jilbab warna coklat tersebut.

2 Polisi Bersaksi

Sidang kasus penculikan Raisah pada hari ini beragendakan pemeriksaan saksi dari Polda Metro Jaya yang menangkap 2 orang terdakwa, Yogi Permana dan Anggana. Polisi yang diperiksa yakni Aiptu Agung Budi Utomo dan Bripka M Elfi.

Dalam kesaksiannya, Agung mengungkapkan bahwa pada saat penyergapan, Yogi dan Anggana ada di sebuah pom bensin di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Saat itu Anggana sempat berteriak.

"Coba buktinya mana kalau Bapak polisi," teriak Anggana.

Teriakan Anggana sempat memancing warga dan satpam yang berada di pom bensin tersebut. Sontak saja warga dan satpam mendekati polisi. Namun setelah dijelaskan, warga akhirnya mengerti.

Usai penyergapan dan mau dibawa pulang oleh petugas, Raisah ketakutan. Bocah TK itu hanya mau digendong satpam bensin yang mengenakan baju biasa. Setelah dijelaskan, Raisah mau dipulangkan ke rumahnya di kawasan Jatiwaringin.

Di persidangan itu juga ditampilkan barang bukti yang ditemukan di dalam mobil Timor yang membawa Raisah, antara lain tas yang dibawa Raisah. Di dalam tas itu ada pakaian berwarna pink dan tempat minum. Selain itu juga ditampilkan 4 topeng warna hitam, 3 pisau dapur, dan pelat nomor mobil.

2 Terdakwa yang mengenakan pakaian koko warna putih, terlihat tenang mendengarkan keterangan dari 2 polisi yang menangkapnya.
(nik/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads