Kasus Challenge Hafalan Qur'an Berhadiah Miras Dilimpahkan ke Polda Metro

Kasus Challenge Hafalan Qur'an Berhadiah Miras Dilimpahkan ke Polda Metro

Jabbar Ramdhani - detikNews
Kamis, 13 Agu 2026 14:42 WIB
Kasus tantangan (challenge) menghafal surah Al-Quran dengan iming-iming hadiah sebotol miras dalam festival musik dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. (ANTARA/IG @Jakartatalk/Ilham Kausar)
Kasus tantangan (challenge) menghafal surah Al-Qur'an dengan iming-iming hadiah sebotol miras dalam festival musik dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. (ANTARA/IG @Jakartatalk/Ilham Kausar)
Jakarta -

Kasus tantangan (challenge) menghafal surah Al-Qur'an dengan iming-iming hadiah sebotol minuman keras (miras) dalam festival musik dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Kasus ini sebelumnya ditangani Polres Metro Jakarta Utara (Jakut).

"Proses hukum sedang berjalan dan untuk kasusnya sudah dilimpahkan ke PMJ," kata Kasi Humas Polres Metro Jakut, Iptu Maryati Jonggi, Kamis (13/8/2026).

Dia mengatakan kasus itu resmi dilimpahkan ke Polda Metro Jaya per hari ini. Polisi meminta semua pihak menahan diri sehingga tidak terjadi aksi main hakim sendiri karena proses hukum sedang berjalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beredar di media sosial (medsos), video sejumlah orang mendatangi Ancol yang menjadi lokasi festival musik The Sounds Project. Kasus challenge hafalan Al-Qur'an juga mencuat setelah videonya ramai beredar di medsos.

"Terkait imbauan, kemarin saat doorstop sudah disampaikan ya oleh Wali Kota (agar semua pihak) untuk menahan diri," katanya.

2 Orang Ditangkap, Pihak Lain Dibidik

Polisi bergerak menyelidiki kasus tantangan atau challenge hafalan Al-Qur'an berhadiah miras saat konser musik The Sounds Project di Ancol. Saat ini, polisi telah menangkap dua pelaku.

"Pelaku penistaan saat ini sudah diamankan di Polres Metro Jakarta Utara," kata Plh Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Oki Waskito, kepada wartawan, Rabu (12/8).

Adapun dua orang pelaku tersebut adalah perempuan berinisial R dan laki-laki berinisial E. Polisi belum memerinci peran keduanya.

Polisi akan melakukan gelar perkara untuk menentukan nasib keduanya. Polisi kini membidik pelaku lain yang terlibat dalam kasus tersebut.

"Tidak menutup kemungkinan untuk merembet ke pihak lain," katanya.

Respons Penyelenggara

Pihak penyelenggara, The Sounds Project, buka suara terkait hal ini. Mereka turut mengecam kejadian tersebut.

"Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," kata The Sounds Project melalui akun Instagram resminya.

Pihak penyelenggara mengaku kejadian tersebut tidak sesuai dengan arahan maupun persetujuan The Sounds Project. Penyelenggara kini sudah menegur pihak sponsor dan memintanya untuk menyelesaikan kasus tersebut hingga tuntas.

"Kami telah menegur pihak sponsor terkait dan meminta mereka untuk menyelesaikan kasus ini hingga tuntas," ujarnya.

Tanggapan Newport

Sementara itu, Direktur Newport, Handoko Sasongko, juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ia menegaskan aktivitas tersebut bukan merupakan program ataupun konsep promosi.

"Sehubungan dengan beredarnya video di booth Newport pada gelaran festival musik The Sounds Project, Minggu (9/8), Newport menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat muslim, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Indonesia atas kejadian yang menimbulkan ketidaknyamanan, rasa terluka, dan kegaduhan yang terjadi," ungkap Handoko dalam keterangannya, Selasa (11/8).

"Newport perlu meluruskan bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh Newport. Aktivitas tersebut muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi," imbuhnya.

Tonton juga video "2 Pelaku Konten Miras di The Sounds Project di Ancol Ditangkap!"

Halaman 2 dari 2
(jbr/dhn)


Berita Terkait