"Setelah mendapat laporan nelayan langsung kami bawa untuk diamankan. Menurut penyelidikn Gegana, masih aktif," kata Ka sie Bigakum Polair, AKP Edi Guritno, di Mapolair, Pulau Pondok Dayung, tj Priok, Senin (3/12/2007).
Bom seberat 30 kg tersebut ditaruh di got yang penuh air. Hal itu guna menghindari panas dan membuat ledakan. Selain itu, cara memindahkannya pun harus hati-hati. Sebab benturan sedikit saja, bom itu rentan meledak. "Anggota saja pada ketakutan mau angkat, ha ha," imbuhnya.
Menurut polisi, bom itu ditemukan nelayan Nuraman (24), Nurhasan (30), dan Abdut Hadi (32), nelayan cilincing. Saat tengah menjala ikan Minggu kemarin, jala kapal meraih bom tersebut. (Ari/asy)











































