Satgas PRR Pulihkan Akses Nagan Raya, Ekonomi Warga Kembali Bergerak

Satgas PRR Pulihkan Akses Nagan Raya, Ekonomi Warga Kembali Bergerak

Akfa Nasrulhak - detikNews
Senin, 10 Agu 2026 21:08 WIB
Satgas PRR
Foto: Satgas PRR
Jakarta -

Akses masyarakat di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, yang sempat terputus akibat bencana hidrometeorologi kini kembali terhubung. Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat perbaikan jalan, jembatan, dan aliran sungai.

Pemulihan akses tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas warga sekaligus menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat yang sempat terdampak bencana. Berdasarkan pemantauan dan evaluasi Satgas PRR pada Minggu (9/8/2026), penanganan difokuskan di sejumlah titik krusial. Di antaranya penataan aliran sungai dan perbaikan jembatan di Desa Blang Puuk serta penanganan material longsor dan limpahan air yang menutupi ruas Beutong-Celala di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.

Project Manager Proyek Penanganan Bencana Alam Ruas Genting Gerbang-Jeuram, Feri Ejin, mengatakan pekerjaan di Blang Puuk menunjukkan perkembangan signifikan. Tim telah merekonstruksi badan jalan yang sebelumnya hilang akibat bencana sekaligus mengembalikan aliran sungai yang sempat melebar dan menggerus jalan ke jalur semula. Perlindungan terhadap infrastruktur juga diperkuat melalui pembangunan tanggul di kedua sisi sepanjang 400 meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang kita membangun tanggul kanan dan kiri sepanjang 400 meter. Tanggul itu dibangun untuk melindungi konstruksi utama jembatan dan jalan, sehingga jika ada kejadian berulang di kemudian hari, jalan dan jembatan terproteksi dengan baik," kata Feri dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2026).

Upaya percepatan tersebut masih menghadapi tantangan logistik, terutama pasokan semen dan solar untuk mengoperasikan alat berat. Pekerjaan membutuhkan sedikitnya 400 ton semen pada Agustus, sedangkan pasokan yang tersedia saat pemantauan baru mencapai 45 ton. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, tambahan pasokan mulai didatangkan dari Belawan dan Dumai. Sementara kebutuhan bahan bakar alat berat mencapai sekitar 46.000 liter per bulan.

Meski menghadapi kendala tersebut, tim di lapangan tetap menargetkan pekerjaan di sekitar aliran sungai dekat Jembatan Blang Puuk hingga Ruas Beutong dan Celala dapat diselesaikan pada Desember 2026.

"Kita tetap mencari cara, dengan semangat bahwa di bulan Desember ini kita bisa menyelesaikan proyek tepat waktu," ujar Feri.

Pemulihan akses yang telah dilakukan mulai dirasakan langsung masyarakat. Wilayah yang sebelumnya terisolasi kini kembali dapat dilalui kendaraan, termasuk kendaraan angkutan berukuran besar. Kondisi tersebut membuka kembali jalur distribusi hasil pertanian sekaligus memperlancar pasokan barang dari Takengon menuju Nagan Raya maupun Meulaboh.

"Masyarakat sudah terlayani sehingga akses yang kemarin terputus sudah kembali. Mobil-mobil muatan besar untuk suplai dari Takengon ke Nagan Raya ataupun ke Meulaboh sudah mulai masuk," kata Feri.

Kepala Urusan Tata Usaha Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.7 Aceh, Fachrun Rizaldi, mengatakan progres pekerjaan secara kontraktual telah mencapai 17,29 persen. Untuk mempercepat penyelesaian, tim menyiapkan sejumlah langkah, termasuk penambahan sembilan unit ekskavator serta memastikan kebutuhan bahan bakar dan semen dapat terpenuhi. Seiring pulihnya akses, aktivitas pasar, perkebunan, dan UMKM masyarakat juga mulai kembali bergerak.

Perwakilan Tim Satgas PRR Aceh Kementerian Dalam Negeri, Imran, mengapresiasi kerja tim di lapangan yang terus berjalan di tengah tantangan medan dan keterbatasan pasokan material. Menurutnya, salah satu perkembangan penting terlihat dari aliran sungai yang sebelumnya melebar dan kini berhasil diarahkan kembali melewati bagian bawah jembatan.

"Luar biasa, dari sungainya yang begitu lebar sekarang bisa dikonsentrasikan kembali di bawah jembatan. Progresnya luar biasa. Saya tahu teman-teman ini 24 jam bekerja. Saya pernah lewat di sini, sore pun masih bekerja," ujar Imran.

Peninjauan di Nagan Raya merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh Satgas PRR terhadap percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh. Selain meninjau penanganan jalan dan jembatan di Beutong Ateuh Banggalang, tim turut memantau Jembatan Rangka Baja Gunong Kong di Gampong Alue Wakie, Kecamatan Darul Makmur, yang sebelumnya terputus dan kini menunggu penanganan lebih lanjut.

Simak juga Video Satgas PRR: Pembangunan Huntara di Sumatera Sudah 93%

(akn/ega)


Berita Terkait