Pavilion Indonesia yang berluas 300 m2 itu dibangun di halaman Westin Resort, Nusa Dua, Bali. Dari ruang sidang utama konferensi, paviliun ini hanya sekitar 50 meter. Pavilion Indonesia ini dibangun dari tenda yang didominasi warna merah dan kuning.
Saat detikcom masuk ke paviliun ini, Senin (3/12/2007), kesan pertama begitu menyejukkan. Bagaikan oase di padang pasir. Di halaman hotel begitu panas, sementara di dalam paviliun begitu dingin. Maklum, ada sejumlah AC yang dipasang di tenda ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pengunjung yang datang ke paviliun ini juga dimanjakan dengan minuman gratis. Ada kopi khas Indonesia, minuman embun, dan lain-lain.
Menurut Koordinator Pavilion Indonesia, Sandra, paviliun ini tidak hanya terbuka bagi wartawan atau tamu dari Indonesia. "Semua orang boleh masuk ke sini, termasuk tamu dari asing. Boleh juga mencicipi minuman khas Indonesia," kata Sandra ramah.
Paviliun ini nantinya akan digunakan sebagai tempat untuk jumpa pers para delegasi Indonesia. Tempat ini juga akan digunakan sebagai tempat diskusi-diskusi. Tidak hanya membahas masalah perubahan iklim, tapi juga diskusi yang membahas mengenai kondisi Indonesia terkini: keanekaragaman Indonesia, demokrasi, dan pemerintahan.
Dijadwalkan, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Menko Perekonomian Budiono, Menteri Perdagangan Mari E Pangestu, dan Menkeu Sri Mulyani akan menjadi pembicara dalam diskusi-diskusi yang akan digelar. (asy/sss)











































