Pernyataan itu disampaikan Djoko usai memberikan jawaban tertulis atas pertanyaan Komisi I DPR dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/12/2007).
Turut hadir dalam raker tersebut antara lain Menhan Juwono Sudarsono, Sekjen Dephan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, KSAD Jenderal TNI Djoko Susanto, dan KSAL Laksamana TNI Sumarjono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Djoko, dirinya berinteraksi dengan teman-teman Komisi I sejak tahun 2003 ketika menjadi asisten operasi TNI AU.
"Kadang-kadang dalam diskusi ada tukar pikiran yang hangat dan panas dan itulah nilai-nilai demokrasi yang kita ikuti sejak reformasi. Tidak terbayangkan situasi seperti ini bisa terjadi 25 tahun lalu," ujar Djoko.
"Saya pribadi, selama proses itu sering kali ada tutur kata atau perilaku yang keliru. Karena itu, saya mohon maaf sebagai pejabat negara atau pun Panglima TNI kalau ada dalam diskusi saya mengkritik, karena itu tugas saya," lanjut dia.
Djoko juga berharap bisa berinteraksi dengan anggota dewan dalam kesempatan lain. (aan/sss)











































