Long March ke Istana, Buruh Teriak UMN Rp 1,2 Juta

Long March ke Istana, Buruh Teriak UMN Rp 1,2 Juta

- detikNews
Minggu, 02 Des 2007 11:33 WIB
Long March ke Istana, Buruh Teriak UMN Rp 1,2 Juta
Jakarta - Sekitar 150 buruh berunjuk rasa. Mereka long march dari depan gedung Indosat di Jl. Thamrin menuju Istana Kepresidenan, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Mereka meneriakkan upah minimum nasional (UMN) Rp 1,2 juta.

Para buruh berasal dari Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI). Para buruh ini berdatangan dari kawasan industri Cakung, Tangerang, dan Kapuk Muara, Jakarta Utara.

Berorasi di depan Istana, Ketua DPP FNPBI Domingus Oktavianus menyatakan UMN Rp 1,2 juta didapatkan setelah FNPBI melakukan survei di tingkat nasional, dengan konsekwensi tidak adanya upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimun regional (UMR).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Angka Rp 1,2 juta itu menggunakan asumsi bahwa ongkos buruh masih 8% dari total produksi. "Angka ini jauh dari biaya produksi untuk dana siluman, seperti untuk sumbangan birokrasi, yang mencapai 30%. Jadi, dengan menaikkan upah buruh pun, industri nasional masih sangat bisa. Itu jika birokrasi eisien, tidak kedodoran," kata Domingus.

Hingga pukul 11.20 WIB, Minggu (2/12/2007), aksi unjuk rasa masih berlangsung. Saat long march dari Indosat menuju Istana, mereka dikawal polisi dari Polsek Sawah Besar. Aksi ini tidak membuat macet jalan. Aksi ini juga berlangsung tertib.

Spanduk bertuliskan 'Naikkan UMN 1,2 juta' mereka usung. Sejumlah poster dari karton juga mereka bawa. Antara lain bertuliskan 'Hapus Sistem Buruh Kontrak', SBY JK Gagal Sejahterakan Rakyat', dan 'Upah Baru Presiden Baru'.

Aksi unjuk rasa sempat terganggu hujan selama 15 menit. Setelah hujan reda, mereka pun bergerak menuju Istana. Para buruh mengenakan seragam merah dengan ikat kepala dan bendera FNPBI.
(asy/fay)


Berita Terkait