Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jambi, melalui Lapas Kelas IIB Muara Bulian, menggandeng Badan Zakat Nasional (Baznas) Batanghari, untuk merenovasi rumah warga setempat yang dinilai kurang mampu. Proses renovasi rumah melibatkan 10 warga binaan atau narapidana (napi) sebagai pekerja bangunan.
Berdasarkan keterangan yang diterima, Selasa (4/8/2026), ini adalah kali keenam Kanwil Ditjenpas Jambi melakukan program bedah rumah dengam sasaran warga tak mampu. Program ini dilaksanakan sebagai wujud implementasi program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto, yang mengarahkan jajaran agar kehadiran lapas memberi kontribusi bagi warga sekitar.
Warga yang menjadi sasaran program bedah rumah ke-6 ini adalah Misro. Ia sehari-hari bekerja menggembalakan kambing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses bedah rumah Misro berlangsung selama 12 hari. Total 10 napi yang dikerahkan pihak lapas untuk membantu renovasi rumah adalah yang memiliki keterampilan di bidang pertukangan.
"Program ini bukan sekadar membangun rumah yang layak huni, tetapi juga membangun harapan. Warga binaan diberi kesempatan untuk mengimplementasikan keterampilan yang telah mereka peroleh selama mengikuti program pembinaan," tutur Kepala Lapas Kelas IIB Muara Bulian, Ilham Santoso.
"Dengan keterlibatan langsung dalam kegiatan sosial seperti ini, mereka belajar bahwa setiap kemampuan yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal berharga ketika mereka kembali ke tengah masyarakat," sambungnya.
Dia pun berterima kasih pada Basnaz serta para pihak lainnya yang membantu renovasi rumah Misro. Ilham menegaskan kolaborasi adalah kunci utama dalam menghadirkan kemanfaatan untuk warga.
"Kolaborasi menjadi kunci utama dalam menghadirkan manfaat yang nyata. Ketika pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat bersatu, maka berbagai persoalan sosial dapat diatasi secara bersama-sama," katanya.
"Semangat gotong royong inilah yang ingin terus kami bangun melalui berbagai program Pemasyarakatan Berdampak," tambahnya.
Sementara itu, Kakanwil Ditjenpas Jambi Irwan Rahmat Gumilar berharap yang dikerjakan pihaknya tak dimaknai hanya sekadar membangun rumah, tapi juga harapan warga untuk hidup lebih layak.
"Melalui kolaborasi ini, kita tidak hanya membangun sebuah rumah yang layak huni, tetapi juga membangun harapan baru," ujar Irwan.
Irwan menjelaskan napi keterlibatan dalam proses renovasi adalah bukti pembinaan di dalam lapas mampu membentuk pribadi yang produktif, bertanggung jawab. Serta, lanjut dia, memiliki kesiapan untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
"Sinergi seperti inilah yang harus terus kita pelihara. Ketika pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, dan masyarakat berjalan bersama, maka manfaatnya akan dirasakan secara luas," terang Irwan.
Dia berharap dapat selalu memggandeng Basnaz dan stakeholder terkait, agar aksi sosial ini menginspirasi.
"Kami berharap kolaborasi ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi lahirnya berbagai program sosial lainnya yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat," tutup Irwan.
Lihat juga Video: Napi Lapas Tangerang Sulap Limbah PLTU Jadi Paving Block, Laris Terjual!










































