Lalin di Cakung dan Ciracas Jaktim Macet Panjang, Ini Pemicunya

Lalin di Cakung dan Ciracas Jaktim Macet Panjang, Ini Pemicunya

Brigitta Belia Permata Sari - detikNews
Selasa, 04 Agu 2026 16:49 WIB
Kemacetan terjadi di sejumlah ruas jalan di Jaktim karena ada pengerjaan proyek (dok. Dishub DKI)
Kemacetan terjadi di sejumlah ruas jalan di Jaktim karena ada pengerjaan proyek (dok. Dishub DKI)
Jakarta -

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menjelaskan penyebab kemacetan yang terjadi di Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur, dan Ciracas, Jakarta Timur, hari ini. Kemacetan lalu lintas dipicu volume kendaraan dan proyek di lokasi itu.

"Kepadatan lalu lintas yang terjadi di beberapa titik di Jakarta Timur dipengaruhi oleh tingginya volume kendaraan yang bertepatan dengan pelaksanaan pekerjaan infrastruktur. Bersama instansi terkait, kami terus melakukan pengaturan lalu lintas di lapangan dan berkoordinasi dengan pelaksana pekerjaan agar dampak terhadap mobilitas masyarakat dapat diminimalkan," kata Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur Harlem Simanjuntak dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2026).

Harlem mengatakan salah satu titik yang mengalami kemacetan berada di Jalan Raya Bekasi atau Jalan Sri Sultan Hamengkubuwono IX, tepatnya dari Simpang Jalan Raya Pulogebang menuju arah Bekasi. Selain volume kendaraan, kemacetan dipicu pekerjaan peningkatan Jalan Bekasi Raya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui, ada dua paket pekerjaan peningkatan Jalan Bekasi Raya arah Bekasi, yakni pada ruas setelah Pertigaan Pulogebang hingga jembatan sebelum kawasan Harapan Indah, Bekasi. Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung pada 22-23 Agustus 2026.

Harlem mengatakan proses pengecoran dilakukan pada malam hari. Namun, jalan yang telah dicor belum bisa dilintasi.

"Pengecoran jalan dilakukan pada malam hari, sedangkan ruas yang telah dicor masih harus melalui proses pengerasan (curing) sehingga untuk sementara belum dapat dilalui kendaraan. Kondisi ini menyebabkan kapasitas jalan berkurang dan berdampak pada kepadatan lalu lintas," ujarnya.

Selain di Jalan Raya Bekasi, kemacetan terjadi di Jalan Kiwi-Jalan PKP, Kecamatan Ciracas. Kemacetan di lokasi itu terjadi karena proyek jacking dan pemasangan barier beton oleh Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta yang berlangsung sejak 24 Juli hingga 23 Oktober 2026.

Harlem mengungkapkan alat berat tiba di lokasi pekerjaan dini hari tadi. Namun, kurangnya koordinasi membuat alat berat tersebut sempat berhenti di badan jalan dan hanya menyisakan satu lajur yang dapat digunakan.

"Pada dini hari tadi alat berat excavator PC200 tiba di lokasi pekerjaan. Karena waktu kedatangan alat berat tersebut belum terkoordinasikan sebelumnya, alat sempat berhenti di badan jalan sehingga hanya satu lajur yang dapat digunakan dan mengakibatkan perlambatan arus lalu lintas," jelasnya.

Petugas kemudian melakukan pengaturan lalu lintas agar arus kendaraan tetap berjalan selama pekerjaan berlangsung. Dishub DKI mengimbau masyarakat memanfaatkan jalur alternatif.

"Kami mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi waktu perjalanan, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta memanfaatkan jalur alternatif apabila diperlukan hingga pekerjaan selesai," ujarnya.

Tonton juga video "Polda Metro Minta Maaf Warga Terdampak Rekayasa Lalin di Bundaran HI"

Halaman 2 dari 2
(bel/haf)


Berita Terkait