Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meninjau budi daya ikan lele Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Hasil panen ikan lele di sana dijual ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dilansir kantor berita Antara dan Instagram resmi Zulhas, Senin (3/8/2026), Zulhas meninjau KDMP Kamolan, Blora, bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, anggota DPR RI, serta Bupati Blora di unit budi daya bioflok KDMP Kamola. Salah satu usaha KDMP ialah tematik ikan lele.
KDMP Kamolan memasok lele bersih kepada 4 SPPG dengan harga Rp 25 ribu per kilogram (kg). Setiap SPPG rata-rata memesan sekitar 250 kg lele dalam sekali pengambilan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inilah yang kita bangun, sebuah closed-loop economy. Warga memiliki kepastian pasar, koperasi menjadi penggerak ekonomi desa, dan anak-anak memperoleh sumber protein berkualitas melalui program MBG," kata Zulhas.
Menurut Zulhas, pola penyerapan tersebut memberikan kepastian permintaan sehingga pembudi daya dapat merencanakan jumlah produksi dan jadwal panen sesuai kebutuhan SPPG.
Unit budi daya bioflok Kamolan mulai beroperasi pada Februari 2026. Pada siklus pertama, unit usaha tersebut menghasilkan sekitar 1,04 ton lele. Pada siklus kedua, pengelola telah melakukan panen parsial sekitar 605 kilogram.
Saat ini, sebanyak 22 dari 24 kolam telah terisi dengan total penebaran sekitar 92 ribu benih lele. Penebaran benih dilakukan secara bertahap agar waktu panen dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasokan empat SPPG.
Menurut Zulhas, integrasi tersebut membentuk ekosistem ekonomi desa dari hulu hingga hilir. Masyarakat menjalankan kegiatan produksi, koperasi mengelola usaha, sedangkan SPPG menyerap hasil budi daya secara berkelanjutan.
"Ekonomi desa akan kuat jika hasil kerja warga punya pasar yang pasti. Sekarang, beberapa Koperasi Desa Merah Putih sudah terhubung langsung dengan Program Makan Bergizi Gratis. Lele hasil budidaya KDMP Blora sudah diserap SPPG untuk menjadi menu bergizi bagi anak-anak kita," ujar Zulhas.
Zulhas menerangkan, jika program pemerintah saling terhubung seperti ini, manfaatnya akan benar-benar kembali ke rakyat. Kata Zulhas, ekonomi desa bergerak tumbuh dan masa depan generasi menjadi lebih sehat.
"Inilah ekosistem yang sedang kita bangun. Petani dan pembudi daya mendapatkan kepastian pembeli, koperasi menjadi penggerak ekonomi desa, dan anak-anak Indonesia memperoleh asupan protein yang berkualitas," ungkapnya.
Zulhas menilai keterhubungan antara produksi masyarakat, pengelolaan usaha oleh koperasi, dan penyerapan hasil oleh SPPG dapat menggerakkan kegiatan ekonomi desa sekaligus mendukung penyediaan pangan bergizi.
"Integrasi KDMP dengan MBG menjadi bukti bahwa program pemerintah kini terhubung dari hulu hingga hilir. Produksi masyarakat terserap, ekonomi desa bergerak, dan manfaatnya kembali kepada masyarakat melalui penyediaan pangan bergizi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional," ujar Zulhas.
Integrasi KDMP dan MBG juga diharapkan memperkuat peran koperasi sebagai pengelola usaha produktif serta membantu masyarakat memperoleh akses pasar yang berkelanjutan. Secara nasional, pemerintah menargetkan produksi ikan budi daya pada 2026 mencapai 7,15 juta ton.
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah mengembangkan Program Budi Daya Tematik Bioflok guna meningkatkan produksi ikan, menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi desa, serta memasok kebutuhan protein bagi Program MBG.
Simak juga Video: Zulhas: Seluruh Bantuan-bantuan Pemerintah Melalui Kopdes










































