Kendaraan Ramah Lingkungan Terganjal Kualitas BBM

Kendaraan Ramah Lingkungan Terganjal Kualitas BBM

- detikNews
Jumat, 30 Nov 2007 20:55 WIB
Yogyakarta - Transportasi sebagai penyumbang kedua perusak kualitas udara harus segera dibenahi. Upaya perbaikan ini terganjal kualitas bahan bakar yang masih jelek dan dorongan pemerintah yang kurang maksimal.

"Secara umum, kami sebagai salah satu produsen kendaraan bermotor siap memproduksinya," kata Presiden Direktur PT Toyota-Astra, Jhonny Darmawan kepada wartawan di Halaman Kantor Gubernur DI Yogyakarta, Jumat (30/11/2007).

Lebih lanjut Jhonny menjelaskan kendala tersebut terkait kualitas bahan bakar yang masih buruk. Selain itu, intensif dari pemerintah yang membebankan pajak terlalu tinggi untuk kendaraan ramah lingkungan juga memperlambat proses.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika ini sudah tertata dengan baik, pasti volume produksi juga ikut naik. Akibatnya harga mobil terjangkau," tambah dia sesaat sebelum melepas Tim Toyota untuk meneruskan Roadshow Clean Air Jakarta- Bali.

Meski demikian, dia optimistis niatan baik itu segera terwujud. Presiden SBY dan departemen-departemen mulai menunjukkan langkah positif dan peduli terhadap permasalahan ini. "Kami dari ATPM sangat siap,"ujarnya.

Toyota sendiri, pada roadshow kali ini membawa Prius, sedan dengan bahan bakar paling irit. Dalam perjalanan jauh ini, terbukti penggunaan bahan bakar Prius 1 liter untuk 30 km dan benar-benar ramah lingkungan. "Semoga semua pihak mendukung produksi kendaraan ramah lingkungan," ujar dia.

Roadshow Clean Air Jakarta-Bali ini digelar dalam rangka menyambut Konferensi Perubahan Iklim (Climate Change) yan digelar badan PBB, UNFCC. Akan hadir dalam konferensi yang membahas pelestarian bumi ini ribuan delegasi dari ratusan negara di dunia.
(asp/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads