×
Ad

Ada Dua Gerhana di Agustus 2026, Bisakah Dilihat dari Indonesia?

Widhia Arum Wibawana - detikNews
Senin, 03 Agu 2026 13:44 WIB
Ilustrasi Gerhana Matahari (Foto: NASA)
Jakarta -

Bulan Agustus 2026 akan menghadirkan dua fenomena gerhana, yakni gerhana Matahari total dan gerhana Bulan sebagian. Namun, kedua peristiwa langit yang jarang terjadi ini tidak dapat disaksikan dari wilayah Indonesia.

Meski demikian, kedua gerhana tetap menjadi fenomena astronomi yang menarik untuk diketahui. Lalu, kapan kedua gerhana tersebut terjadi, wilayah mana saja yang dapat menyaksikannya, dan mengapa Indonesia tidak kebagian? Simak penjelasannya berikut ini.

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026

Berdasarkan kalender astronomi In The Sky, gerhana Matahari total akan terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026. Fenomena ini berlangsung ketika Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi sehingga menutupi seluruh piringan Matahari bagi wilayah yang berada di jalur totalitas.

Secara internasional, puncak gerhana terjadi pada 12 Agustus 2026 pukul 17.46 UTC atau 13 Agustus 2026 pukul 00.46 WIB. Jalur gerhana total melintasi Greenland, Islandia, Samudra Atlantik, hingga sebagian Spanyol. Sementara itu, beberapa wilayah di Eropa, Afrika bagian utara, dan Amerika Utara dapat menyaksikan gerhana Matahari sebagian.

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 (Foto: In The Sky)

Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026

Fenomena berikutnya adalah gerhana Bulan sebagian yang akan berlangsung pada Jumat, 28 Agustus 2026. Gerhana ini terjadi ketika sebagian permukaan Bulan memasuki bayangan inti Bumi sehingga tampak seperti tergigit.

Masih merujuk informasi dari In The Sky, puncak gerhana terjadi pada 28 Agustus 2026 pukul 04.12 UTC atau pukul 11.12 WIB. Gerhana ini dapat diamati dari sebagian besar kawasan Amerika, Samudra Pasifik, Australia, Selandia Baru, serta sebagian Asia Timur.

Peta Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026 (Foto: In The Sky)

Mengapa Tidak Bisa Dilihat dari Indonesia?

Kedua gerhana pada Agustus ini tidak dapat diamati dari Indonesia karena posisi wilayah Indonesia tidak mendukung saat fenomena berlangsung.

Pada gerhana Matahari total, Indonesia berada di sisi Bumi yang tidak menghadap Matahari sehingga seluruh fase gerhana tidak terlihat. Sementara itu, saat gerhana Bulan sebagian terjadi, Bulan masih berada di bawah horizon bagi pengamat di Indonesia sehingga fenomenanya juga tidak dapat disaksikan dari Tanah Air.

Meski tidak terlihat dari Indonesia, gerhana Matahari total dan gerhana Bulan sebagian tetap menjadi bagian dari rangkaian fenomena astronomi yang menghiasi langit dunia sepanjang Agustus 2026.



Simak Video "Video: 3 Teleskop yang Dipakai OIF UMSU buat Amati Gerhana Bulan Total"

(wia/idn)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork